Chapter IV
Terpesona
Saat mata itu menghujam jiwa
Ada secercah kesejukan di sana
Binar yang memancar redupkan hasrat tuk menggoda
Hanya kekaguman yang mengalur dalam basa
Duhai pesona …
Indahmu itu anugerah sang pencipta
Bolehkah diri memilikinya
Pab_Cianjur
12 Agustus 2004
21.45 pm
—————————————————–
Losing My Religion
Citaku hanya diri-Mu
Saat aku terlepas dari pegangan
Terombang ambing tanpa arah tujuan
Diperbudak riak terjebak ombak
Diterjang kerasnya gelombang
Aku disini,
Terperosok ke dasar lembah yang curam dan dalam
Kelam, hitam dan mencekam
Harapku hanya hadir-Mu
Saat terperdaya indahnya ilusi fatamorgana
Membuta sukma dengan kesyahduan yang maya
Pandangku samar terperdaya
Kesesatan laksana permata bersitar tiga
Aku disini,
Terpana keangkuhan singgasana
Terlena gemerlap harta dunia
Asaku hanya kasih-Mu
Dalam berkelanan aku dialam fana
Berlumpur noda kubangan nista
Aku disini,
Seorang pendosa memohon iba
Mengharap selamat dari murka
Inginku hanya cinta-Mu
Dalam pilihan diantara simpang kehidupan
Mencoba telusuri makna diri
Aku disini,
Berlari mengejar mimpi
Mencoba berdiri dengan nurani
Pab_Cianjur
05 Pebruari 2001
24.30 am
—————————————————–
Penantian
Terkasih yang tercinta
Atas nama cinta tunggulah aku di sana
Biarkan penantian menjadi satu harapan
Dan relakan jiwa menunggu
Dengan waktu …
Dengan hari …
Dengan perjalanan rotasi …
Aku akan datang membawa seikat bunga janji
Kan kubawa dirimu menembus imaji
Namun,
Saat segala yang dicita menjadi sebatas asa
Pandanglah rembulan yang purnama
Yakinlah yang terkasih
Kita akan bermetamorfosa di sana
Pab_Cianjur
20 Januari 2004
18.24 pm
—————————————————–
Alkata
Setan itu datang temuiku
Membujuk dan merayu diri dengan syahdu
Merengkuh nikmatnya hidup didunia
Saat aku sendiri dalam senyapnya sunyi
Ketika mata ini mulai perlahan terpejam
Setan itu datang menjenguk
Menyapa dan bercerita tentang gemerlapnya harta
Tentang kedigjayaan tahta singgasana
Dan keindahan wanita saat bercinta
Ketika angan dan jiwa tanpa makna
Setan itu bergegas menghampiri
Menggodaku dengan indahnya khayal semu
Dalam kepedihan meratap derita
Setan itu datang bak pahlawan
Membawa bergudang makanan
Dan setumpuk kekenyangan
Ketika kebahagiaan menyelimut raga
Setan itu berbisik keangkuhan
Menobatkan aku sebagai jagoan
Pelesiran_Bandung
29 Mei 2001
21.15 pm
—————————————————–
Cinta
Atas nama cinta maka insan ada
Cinta menggengam dunia
Tercipta karena emosi bergelora
Terekspresi dalam untai kata dan syair nada
Angkara segera sirna saat cinta menyapa
Sudahlah, buang segala amarah
maka cinta menghangat penat
Menghadang terik yang menyengat
Cinta memecah gundah dan sirnalah resah
Ketika cinta mengakar raga
Cinta tumbuh dalam jiwa
Hilangkan segala ragu yang terasa
Dan biarkan cinta bersemayam di sana
Maka cinta akan menjelma nyata
Pab_Cianjur
20 Januari 2004
18.32 pm
—————————————————–
Hitam
Temaram malam menghujam sunyi
Kesunyian makna diantara cahaya dalam gelap
Kegelapan jiwa laksana ruang tanpa pelita
Pelita tak lagi bermakna
Ketika jiwa terperdaya dalam kubangan durja
Pelesiran_Bandung
07 Juli 2001
09.00 am
—————————————————–
Ingkar
Janji yang terbasa di suatu waktu itu
Patri diri pada satu asa dilain masa
Aku percaya,
Setulusnya pada tutur yang mengalur
Ingatkah saat rasa merenda sulaman kesetiaan
Hati bertaut seia atas nama kekuatan cinta
Duhai bunga keindahan…
Kuncup mekarmu tak lagi warnai hari
Semerbak mewangimu tak lagi harumi taman hati
Pab_Cianjur
06 Agustus 2004
15.50 pm
—————————————————–
Abadi
Semua tentang kita akan selamanya indah
Meski hanya sisakan kisah dalam kenangan
Yakini setulus hati
Cinta sejati takkan pernah mati
Pab_Cianjur
07 Agustus 2004
07.00 am
—————————————————–
Diam
Aku diam,
Meskipun orang disekitar berkoar
Bahkan banyak yang berteriak keras
Aku mencoba memakna
kata per kata
Kalimat per kalimat
Alinea per alinea
Paragraf per paragraf
Yang keluar dari mulut mereka yang bau idealisme semu
Aku diam,
meskipun dia lantang berujar
Dan mereka lantang bicara tentang sebuah sitem
Aku diam,
Meskipun diinjak sepatu
Dan dipentung popor senjata
Aku akan tetap diam
Karena diam adalah sunyi
Dan sunyi adalah inspirasi
Maka aku akan tetap diam
Pab_Cianjur
11 Agustus 2001
07.15 am
—————————————————–
Tegar
Kau berkata,
Hidup tanpa prinsip itu hampa
Hidup tanpa idelisme tiada bermakna
Kau juga pernah cerita
Ketika prinsipmu dicerca
Dan harga dirimu diinjak hina
Kau tetap tegar nan bugar
Kau sungguh teguh pendirian
Aku kagum padamu
Kau memang orang hebat
Sekeras baja setangguh karang
Tapi aku kecewa
Kau manusia tanpa cinta
Pab_Cianjur
23 Pebruari 2002
18.00 pm
