Gadis Malang Derita Bibir Sumbing
NASIB tragis menimpa Siti Aminah (6). Di saat usianya yang masih belia, anak kedua pasangan Rahmat (36) dan Wartini (36) itu harus tegar menghadapi cemoohan dan ejekan teman-teman sebayanya.
Celaan yang kerap ia terima dari lingkungan tempat tinggalnya di Kp Mekar Laksana RT 27/07 Desa Jayagiri, Kec. Sindangbarang, Cianjur itu tidak terlepas dari kondisi wajahnya yang rusak, bahkan mungkin terbilang mengerikan bagi sebagian orang yang melihatnya.
Siti menderita bibir sumbing stadium 4 yang merusak tekstur wajahnya hampir 85 persen. Akibat kondisi tersebut, ia kerap merasakan sakit di bagian matanya yang tidak bisa dipejamkan. Siti pun tidak dapat mengkonsumsi makanan secara normal karena langit-langit mulut dan susunan giginya rusak.
Ibunya sendiri, Wartini, hanya bisa pasrah menerima cobaan tersebut. Kendati diakui ibu tiga anak itu, selaku warga miskin, ia tak pernah sekalipun memeroleh fasilitas berbagai program pemerintah termasuk program jaminan pelayanan kesehatan gratis.
“Dua tahun lalu memang sempat ada bidan yang datang ke rumah. Waktu itu katanya nunggu ada operasi bibir sumbing gratisan saja,” tutur Wartini.
Merasa ditelantarkan oleh pemerintah setempat, Wartini pun nekat membawa anaknya itu untuk mengiba bantuan ke Lembaga Bantuan Kesehatan (LBK) Cianjur. “Saya jual kambing satu-satunya milik suami untuk datang ke sini (LBK, red). Saya hanya meminta bantuan sekiranya ada donator yang mau mengobati anak saya,” ungkap.
Dikatakannya, selain mengalami gangguan fisik, anaknya tersebut juga kerap mengalami gangguan psikologis karena sering dicela oleh teman-teman seusianya bahkan oleh lingkungan sekitar rumahnya.
“Setiap pulang main atau keluar rumah dia selalu nangis, katanya di ejek teman-teman dibilang wajahnya seperti monster,” ucapnya.
Wartini pun saat ini mengaku bingung sekaligus kasihan saat anaknya mendesak ingin disekolahkan. “Saya tidak tega menyekolahkannya, tidak terbayang cemoohan dan celaan dari teman-temannya nanti,” ucapnya lirih.
Sementara itu, Siti yang saat ditanya tentang kondisi fisiknya mengaku ingin sembuh dan bisa sehat seperti teman-teman sebanyanya. “Siti mau jadi dokter kalau sudah besar nanti,” ucapnya polos.
Jalan Kaum , Cianjur’2012
