<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Secangkirkopipagi's Weblog</title>
	<atom:link href="http://secangkirkopipagi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com</link>
	<description>life without coffe is empty ...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 02:00:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='secangkirkopipagi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Secangkirkopipagi's Weblog</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://secangkirkopipagi.wordpress.com/osd.xml" title="Secangkirkopipagi&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Saatnya Alam Menjadi Guru</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/saatnya-alam-menjadi-guru/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/saatnya-alam-menjadi-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 01:58:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lihat, Dengar, Rasakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[SEKITAR tahun 2005, Asep Mirda Yusuf, seorang pekerja sosial di Cianjur memimpikan mempunyai sekolah alam, sekolah yang benar-benar menyatu dengan alam dan berada di tengah-tenagh alam yang masih alami. Mimpinya itu kini perlahan mulai menjelma nyata. Kendati kenyataan yang kini berwujud itu masih memerlukan waktu yang teramat panjang, namun mimpi membuka pendidikan sekolah alam bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1449&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/tim-sekolah-alam.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1450" title="tim sekolah alam" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/tim-sekolah-alam.jpg?w=182&#038;h=132" alt="" width="182" height="132" /></a>SEKITAR tahun 2005, Asep Mirda Yusuf, seorang pekerja sosial di Cianjur memimpikan mempunyai sekolah alam, sekolah yang benar-benar menyatu dengan alam dan berada di tengah-tenagh alam yang masih alami.</p>
<p>Mimpinya itu kini perlahan mulai menjelma nyata. Kendati kenyataan yang kini berwujud itu masih memerlukan waktu yang teramat panjang, namun mimpi membuka pendidikan sekolah alam bagi Asep Mirda Yusuf terwujud sudah.<span id="more-1449"></span></p>
<p>Hebatnya, pendidikan sekolah alam yang ia beri label “Bumi Lestari” itu ia dirikan secara swadaya bersama timnya yang beranggotakan 12 orang dari Divisi Pendidikan Yayasan Gerakan Penanggulangan Narkoba dan AIDS (Y-GPNA).</p>
<p>Bahkan Asep bertekad, dua tahun ke depan, sekolah alamnya yang dikelola saat ini akan menjelma menjadi Pendidikan Sekolah Alam Formal.”Untuk mewujudkannya tentu perlu waktu, tenaga dan pengorbanan,” ucapnya.</p>
<p>Adapun yang mendasari pembentukan sekolah alam tersebut, dikemukakan peraih Pemuda Terbaik tingkat Propinsi Jawa Barat tahun 1995 itu, semata untuk lebih mendekatkan pelajar dengan alam dan lingkungan.</p>
<p>“Alam merupakan guru yang bijaksana, biarlah siswa belajar dengan alam, karena alam adalah sejujur-jujurnya pendidik,” kata Abah Mirza, panggilan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (18/12/) kemarin.</p>
<p>Abah Mirza mengaku sangat kaget dengan respon masyarakat sekitar saat konsepnya itu dilontarkan. Bahkan, salah seorang warga setempat secara sukarela “menyerahkan” lahan perkebunannya seluas 1 hektar untuk dijadikan lokasi sekolah alam tersebut.</p>
<p>Mendapat kepercayaan dan dukungan penuh warga, Abah Mirza pun dalam kurun dua bulan bersama timnya berhasil menyulap areal perkebunan terlantar itu menjadi sebuah kawasan pendidikan bertema alam lengkap dengan sejumlah alat permainan outbond.</p>
<p>Alhasil, areal perkebunan melinjo milik keluarga besar Ujang Iwan (32) yang berlokasi di Kp. Tipar RT 01/01, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kab. Cianjur itu pun berubah menjadi kawasan pendidikan Sekolah Alam Bumi Lestari.</p>
<p>“Saat ini kita sudah mulai bergerak untuk angkatan pertama dengan jumlah peserta 30 orang. Pesertanya sendiri adalah siswa kelas III SMP terdekat. Respon sekolah pun sangat positif dan mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.</p>
<p align="right"><strong>Lumpur, Loncat dan Merangkak</strong></p>
<p><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/sekolah-alam-1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1452" title="sekolah alam-1" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/sekolah-alam-1.jpg?w=209&#038;h=150" alt="" width="209" height="150" /></a>BERKUBANG dengan lumpur, meloncat seperti kera dan merangkak seperti landak merupakan aktivitas wajib yang harus diikuti peserta didik di Pendidikan Sekolah Alam (PSA) Bumi Lestari, Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.</p>
<p>Sejumlah aktivitas tersebut sengaja diterapkan kepada para peserta didik oleh pengelola sebagai bagian dari pendidikan fisik, mental dan pembentukan kepribadian agar memiliki karakter yang kuat dan mandiri.</p>
<p>Karenanya, tidaklah mengherankan, di lokasi PSA Bumi Lestari tersebut disediakan sejumlah alat yang akan memupuk keberanian, ketangkasan, kecekatan dan keseimbangan serta kemampuan adaptasi peserta dengan alam dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>“Kita sediakan jarring laba-laba, terowongan, bambu goyang, jembatan kera dan ayunan Tarzan. Selain itu, kelas pembelajarannnya sendiri beralaskan tanah dan beratapkan langit,” ungkap Direktur Program PSA Bumi Lestari, Dindin Kamaludin.</p>
<p>Dindin mengatakan, di sekolah alam, anak-anak dibiarkan untuk bebas berekspresi dan berinteraksi dengan lingkungan kehidupan yang sebenarnya. Pihaknya sendiri, tidak mengggunakan sistem ranking sebagai salah satu tolak ukur prestasi peserta (siswa), namun akan senantiasa memicu semua siswanya untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.</p>
<p>“Biar alam yang membentuk karakter dan kepribadian mereka, karena sejatinya di sekolah lama ini, alam adalah ruang belajarnya sekaligus sebagai medium bahan ajar dan objek pembelajaran,” tuturnya.</p>
<p>Pihaknya sendiri menyandarkan proses pembelajaran secara berimbang antara pendidikan konseptual dan permainan edukasi melalui sarana outbound tersebut. “Pembelajaran lebih ditekankan pada pengembangan karakter, pengembangan logika dan daya cipta melalui Expreriental Learning, dan pengembangan kepemimpinan melalui metodologi outbond Training,” tandasnya.</p>
<p>Dindin berharap, lumpur, pepohonan, tanah, semilir angin bahkan rintik air hujan akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta didiknya, sehingga kelak, mereka akan tumbuh sebagai pribadi-pribadi yang memiliki kecintaan terhadap alam dan berjuang untuk memertahankan kelestariannya yang saat ini semakin terancam oleh kerakusan segelintir makhluk bernama manusia. (firman taqur)</p>
<p align="right"><strong>Menjadi Lebih Sayang Terhadap Alam</strong></p>
<p><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/skolah-alam.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1451" title="skolah alam" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/skolah-alam.jpg?w=211&#038;h=142" alt="" width="211" height="142" /></a>BAGI Arif (14), menjadi salahsatu siswa di Pendidikan Sekolah Alam (PSA) Bumi Lestari adalah berkah tersendiri. Siswa SMP Sukaluyu, Cianjur itu mengaku senang dan antusias mengikuti setiap kurikulum yang diberikan para tutor di sekolah yang berlokasi di tengah belantara kebun tersebut.</p>
<p>Arif mengaku saat mendengar akan dibuka sekolah alam, ia langsung mendaftarkan diri ke guru sekolahnya. “Saya ingin sekali ikut, ingin menimba banyak ilmu tentang alam dan lingkungan hidup dengan suasana berbeda dibandingkan di sekolah,“ tuturnya di lokasi PSA Bumi Lestari, Kec. Sukaluyu, Cianjur, Rabu (21/12) kemarin.</p>
<p>Orangtuanya yang hanya buruh tani itu pun tidak keberatan, waktu kesehariannya dihabiskan di sekolah alam binaan Y-GPNA Cianjur itu. Sudah sepekan ia dan 29 temannya mengikuti pembelajaran di PSA Bumi Lestari itu.</p>
<p>“Di sini kita diajarkan materi pembelajaran sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Penyampaiannya pun tidak menjemukan, sesekali kita disuruh melakukan kegiatan outbond, seperti wall climbing dan menyusuri terowongan sambil merangkak,“ ungkapnya.</p>
<p>Senada, Eneng (13) mengaku senang setiap mengikuti kegiatan belajar di sekolah alam tersebut. Bahkan, ia selalu menunggu saat-saat untuk berkubang dengan lumpur dan “mengotori“ bajunya dengan tanah.</p>
<p>“Selain seru kotor-kotoran, di sini kita dituntut untuk dapat menceritakan peristiwa apa saja yang kita alami dihari sebelumnya kepada teman-teman. Awalnya saya kikuk, tapi sekarang sudah berani bicara di depan mereka,“ tuturnya.</p>
<p>Arif, Eneng dan puluhan siswa angkatan perdana PSA Bumi Lestari itu pun berharap dapat terus mengikuti pembelajaran hingga tuntas. “Manfaatnya sangat banyak, kenapa tidak dari dulu ada sekolah semacam ini di daerah kami,“ pungkas Eneng diamini Arif.</p>
<p align="right">Sukaluyu, Desember 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1449&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/saatnya-alam-menjadi-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/tim-sekolah-alam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tim sekolah alam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/sekolah-alam-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sekolah alam-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/skolah-alam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">skolah alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Sekolah</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/aku-ingin-sekolah/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/aku-ingin-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 01:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lihat, Dengar, Rasakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[SAAT memasuki Kampung Bungbulang RT 03/01 Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kab. Cianjur, batin ini langsung terenyuh saat melihat seorang anak kecil tanpa daksa sedang bermain ceria bersama teman-teman sebayanya di bawah pohon bambu. Meskipun tidak memiliki kedua kaki, namun Rijal (7), anak pasangan Ujang (34) dan Eneng (29) itu tampak ceria. Tak nampak raut kesedihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1439&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft  wp-image-1440" title="DIGITAL CAMERA" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/rijal-tampa-daksa.jpg?w=165&#038;h=220" alt="" width="165" height="220" />SAAT memasuki Kampung Bungbulang RT 03/01 Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Kab. Cianjur, batin ini langsung terenyuh saat melihat seorang anak kecil tanpa daksa sedang bermain ceria bersama teman-teman sebayanya di bawah pohon bambu.</p>
<p>Meskipun tidak memiliki kedua kaki, namun Rijal (7), anak pasangan Ujang (34) dan Eneng (29) itu tampak ceria. Tak nampak raut kesedihan dari wajahnya saat kami coba menghampirinya dan memberi salam.<span id="more-1439"></span></p>
<p>Bahkan Rijal tampak begitu bangga saat mampu memeragakan gerakan salto atau jungkir balik dengan menggunakan kedua telapak tangannya. Ia pun begitu lugas dan luwes menggunakan kedua tangannya sebagai penopang tubuhnya.</p>
<p>Namun, dibalik keceriaan yang terpancar, perjalanan hidup bocah periang itu ternyata sanggat mengenaskan. Lahir dalam keadaan tidak sempurna fisik, hidupnya lantas “ditelantar” kedua orangtuanya.</p>
<p>Ibunya sendiri kini berada nun jauh di negeri orang. Saat umurnya baru setahun, Rijal sudah ditinggal ibunya yang pergi ke luar negeri sebagai buruh migran di Jordania. Sementara ayahnya, kendati sesekali datang menjenguk, namun keberadaannya kini tidak jelas.</p>
<p>“Sekarang saya dan ibu saya yang merawatnya. Saya kadang sedih melihat kondisinya,” tutur Ny. Eha (46), bibi Rijal.</p>
<p>Dikemukakan Eha, dalam kondisi tidak sempurna, keponakannya itu tetap ceria menjalani kehidupannya sehari-hari. Bahkan, ia kerap bermain bersama teman-teman sebanyanya rumah layaknya anak normal.</p>
<p>“Untungnya anak-anak di sini tidak pernah mempersoalkan kondisi fisiknya apalagi sampai menghinanya, mereka malah senang bermain dengan keponakan saya itu apalagi kalau bermain petak umpat,” ucapnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong>Aku Ingin Sekolah Agar Pintar</strong></p>
<p> <a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/rijal1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1441" title="DIGITAL CAMERA" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/rijal1.jpg?w=137&#038;h=183" alt="" width="137" height="183" /></a>KONDISI tanpa daksa ternyata tak menyurutkan keinginannya untuk belajar. Rijal bahkan berkali-kali merengek kepada neneknya yang selama ini mengurusnya agar dibelikan buku tulis dan spidol.</p>
<p>Alhasil, tak ubahnya mendapatkan mainan baru, Rijal pun begitu senang saat neneknya memberikan seperangkat alat tulis tersebut. Apa yang dimauinya itu ternyata seiring dengan keinginannya untuk sekolah.</p>
<p>Sejak sebulan terakhir, diakui neneknya, Ioh (75), cucunya itu sangat ingin sekolah. Ia seakan tidak memperdulikan kondisi fisiknya yang tidak sempurna itu. Namun, neneknya bingung dengan keinginannya karena tidak tega harus melihatnya bersusah payah berangkat ke sekolah dengan menggunakan kedua tangannya.</p>
<p>“Saat ini cucu saya memang <em>keukeuh</em> ingin sekolah. Tapi saya bingung bagaimana mengabulkannya, karena kondisinya seperti itu,” tuturnya.</p>
<p>Ia pun bermaksud untuk membuatkan alas penopang tubuhnya yang dilengkapi roda agar geraknya bisa leluasa dan agar bisa menempuh jarak jauh. Namun rencana tersebut hingga saat ini belum juga terpenuhi.</p>
<p>“Inginnya dia ada alat bantu untuk berjalan. Kasihan, selama ini telapak tangannya sering lecet-lecet apalagi kalau sehabis pulang main dengan teman-temannya di kebun,” ujarnya.</p>
<p>Sementara Rijal sendiri, dengan ekspresi periangnya mengaku ingin sekolah biar pintar dan bisa cari uang. Ia sendiri mengaku senang menggambar gunung dan harimau. Hampir seharian penuh, ia tak lagi suka bermain di luar, namun lebih suka menggambar atau sekedar mencorat coret spidol di bukunya.</p>
<p>”Rijal mau sekolah, mau pakai baju dan tas sekolah,” ucapnya polos.</p>
<p>Namun, dibalik kepolosannya bertutur, terpancar semangat hidup yang tidak tergoyahkan kendati kesempurnaan fisik tidak begitu memihak padanya. Bocah penuh semangat yang selama hidupnya tak pernah mendapat belas kasih dari kedua orangtuanya itu di suatu saat nanti bermimpi untuk menjadi seorang guru.</p>
<p align="right"><strong>Kapolres Sumbang Kursi Roda</strong></p>
<p><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/kapolres-sumbang-kursi-roda.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1442" title="kapolres sumbang kursi roda" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/kapolres-sumbang-kursi-roda.jpg?w=225&#038;h=168" alt="" width="225" height="168" /></a>Kapolres Cianjur, AKBP Dadang Hartanto menunjukkan sikap empatinya terhadap Rijal (7), bocah tanpa daksa yang hidup tanpa kedua kaki itu. Bersama pejabat perwira lainnya, kapolres menyambangi rumahnya untuk memberikan kursi roda.</p>
<p>Rijal yang sejak balita hidup dengan neneknya karena diterlantarkan kedua orangtuanya itu kini tak lagi harus bersusah payah menggerakkan kedua tangannya untuk bergerak. Bahkan, raut gembira terpancar di wajah polosnya itu. Bahkan, nenek, bibi bahkan tetangganya larut dalam suka cita dan haru.</p>
<p>“Tidak ada maksud apapun, ini saya lakukan semata atas dasar kemanusiaan. Saya salut dengan semangat hidup anak ini sebagaimana diberitakan media, di tengah kondisi fisik yang tidak sempurna dia penuh semangat memandang hidup,” ungkap.</p>
<p>Kapolres berharap, dengan bantuan kursi rodanya tersebut, selain dapat membantu (meringankan, red) aktivitas hidupnya, tekad dan keinginan anak tersebut untuk sekolah dapat terwujudkan. Ia pun meminta Rijal agar merawat baik kursi roda tersebut.</p>
<p>“Anak dengan keterbatasan fisik seperti Rijal ini masih punya keinginan kuat untuk belajar. Ini tentunya menjadi pembelajaran penting bagi kita semua dalam memaknai dan menghargai arti dari sebuah semangat hidup,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, nenek Rijal, Ny Mini (60) tak bisa menyembunyikan ekspresi kebahagiannya, bahkan ia tak bisa menahan tangis haru bercampur bahagia dihadapan orang nomor satu di institusi kepolisian Cianjur itu.</p>
<p>Ia mengaku tidak menyangka ada pihak yang begitu peduli dengan kondisi cucunya itu. “Jangankan mengharapkan, memimpikannya pun tidak pernah. Ini benar-benar berkah bagi kami khususnya bagi cucu saya. Semoga pak kapolres diberkahi Allah Swt,” tutur Mamini.</p>
<p align="right"><strong>Wabup Jamin Pendidikan Bocah Tanpa Kaki</strong></p>
<p><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/wabup-jamin-pendidikan-rijal.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1443" title="wabup jamin pendidikan rijal" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/wabup-jamin-pendidikan-rijal.jpg?w=148&#038;h=222" alt="" width="148" height="222" /></a>Wakil Bupati Cianjur, Suranto berjanji akan menjamin seluruh biaya pendidikan Rijal (7), bocah tanpa kedua kaki. Suranto menyampaikan janjinya itu saat mengunjungi kediaman bocah tanpa daksa tersebut di Kampung Bungbulang, RT 02 RW 07, Desa Sindangraja, Kec. Sukaluyu, Kab. Cianjur.</p>
<p>“Pemkab Cianjur akan menjamin bantuan pendidikan serta kesehatan untuk Rizal. Namun, jaminan ini tidak dalam beasiswa, karena biaya pendidikan untuk tingkat SD dan SMP saat ini gratis,” tuturnya.</p>
<p>Pihaknya akan memberikan bantuan berupa seragam, dan pengadaan alat sekolahnya. Namun Suranto belum memastikan sampai kapan jaminannya itu berlaku. “Kita lihat perkembangannya ke depan,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai seorang dokter aktif, Suranto mengatakan, kondisi yang diderita bocah malang itu dibawa sejak lahir akibat kekurangan genetis saat dalam kandungan. Rijal sendiri, menurut dia, tidak bisa diupayakan pemasangan kaki palsu karena tidak memiliki tulang kaki.</p>
<p>“Salahsatu cara untuk meringankan beban aktivitas dan gerak tubuhnya adalah dengan bantuan alat roda. Alhamdulilah kemarin Pak Kapolres telah menyumbangkan kursi roda untuk anak ini,” tuturnya.</p>
<p align="right">Sukaluyu 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1439/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1439&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2012/01/21/aku-ingin-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/rijal-tampa-daksa.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/rijal1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/kapolres-sumbang-kursi-roda.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kapolres sumbang kursi roda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2012/01/wabup-jamin-pendidikan-rijal.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">wabup jamin pendidikan rijal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Translet Film Hollywood</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/translet-film-hollywood/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/translet-film-hollywood/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 11:47:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hua... Ha... Ha... Ha...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1423</guid>
		<description><![CDATA[a. Saving Private Ryan &#8211; Nulungan si Rian b. Enemy At The Gate &#8211; Musuh Ngajedog di Pager c. Die Hard &#8211; Teu Paeh-Paeh d. Die Hard II &#8211; Can Paeh Keneh e. Die Hard III With A Vengeance &#8211; Nya’an euy Hese Pisan Paehna f. Bad Boys – budag bedegong g. Rocky &#8211; Osok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1423&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>a. Saving Private Ryan &#8211; Nulungan si Rian</p>
<p>b. Enemy At The Gate &#8211; Musuh Ngajedog di Pager</p>
<p>c. Die Hard &#8211; Teu Paeh-Paeh</p>
<p>d. Die Hard II &#8211; Can Paeh Keneh</p>
<p>e. Die Hard III With A Vengeance &#8211; Nya’an euy Hese Pisan Paehna <span id="more-1423"></span></p>
<p>f. Bad Boys – budag bedegong</p>
<p>g. Rocky &#8211; Osok Neunggeulan Batur</p>
<p>h. Rain Man &#8211; Lalaki Cicing di Bogor</p>
<p>i. Here’s Something About Marry &#8211; Ari Ceu Meri Teh Kunaon?</p>
<p>j. Mission Impossible &#8211; Moal Bisa</p>
<p>k. Titanic &#8211; Tilelep</p>
<p>l. Paycheck &#8211; Nganjuk Heula</p>
<p>m. Reign of Fire &#8211; Beubeuleuman</p>
<p>n. Original Sin &#8211; Tara Ka Mesjid</p>
<p>o. Sleepless In Seattle &#8211; Cenghar Di Ciateul</p>
<p>p. Silence of The Lambs &#8211; Embe Pundung</p>
<p>q. Ghost &#8211; Jurig Kasep</p>
<p>r. Bad Boys &#8211; Budak Baong</p>
<p>s. Are We There Yet? &#8211; Lila Teuing Nepina Euy?</p>
<p>t. Home Alone &#8211; Tinggaleun</p>
<p>u. Casablanca &#8211; Mengkol Ti Sudirman</p>
<p>v. Gone In Sixty Seconds &#8211; Indit Siah Kaditu!</p>
<p>w. The Awakening &#8211; Hudang Sare</p>
<p>x. After The Sunset &#8211; Tereh Maghrib</p>
<p>sumber : email</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1423&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/translet-film-hollywood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aljabarrrrrr</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/aljabarrrrrr/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/aljabarrrrrr/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 11:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hua... Ha... Ha... Ha...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1420</guid>
		<description><![CDATA[Persamaan 1 Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura Keledai = makan + tidur Maka, Manusia = Keledai + kerja + hura-hura Maka, Manusia &#8211; hura-hura = Keledai + kerja Maka, Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai ============ ========= ========= ========= ========= === Persamaan 2 Pria [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1420&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persamaan 1</p>
<p>Manusia = makan + tidur + kerja + hura-hura<br />
Keledai = makan + tidur<br />
Maka,<br />
Manusia = Keledai + kerja + hura-hura<br />
Maka,<br />
Manusia &#8211; hura-hura = Keledai + kerja<br />
Maka,<br />
Manusia yang tidak tau hura-hura = Keledai yang bekerja / Kerja seperti Keledai</p>
<p>============ ========= ========= ========= ========= === <span id="more-1420"></span></p>
<p>Persamaan 2</p>
<p>Pria = makan + tidur + cari duit<br />
Keledai = makan + tidur<br />
Maka,<br />
Pria = Keledai + cari duit<br />
Maka,<br />
Pria &#8211; cari duit = Keledai<br />
Maka,<br />
Pria yang tidak tau cari duit = Keledai</p>
<p>============ ========= ========= ========= ========= ====</p>
<p>Persamaan 3</p>
<p>Wanita = makan + tidur + belanja &amp; habisin duit<br />
Keledai = makan + tidur<br />
Maka,<br />
Wanita = Keledai + belanja &amp; habisin duit<br />
Maka,<br />
Wanita &#8211; belanja &amp; habisin duit = Keledai<br />
Maka,<br />
Wanita yang tidak tau belanja &amp; habisin duit = Keledai</p>
<p>============ ========= ========= ========= ========= =====</p>
<p>KESIMPULAN:</p>
<p>Dari Persamaan 2 dan Persamaan 3 :</p>
<p>Pria yang tidak tau cari duit = Wanita yang tidak tau belanja &amp; habisin duit.</p>
<p>Kata lain :</p>
<p>Pria cari duit AGAR wanita tidak menjadi Keledai ! (Postulat 1)</p>
<p>Dan,</p>
<p>Wanita belanja &amp; habisin duit AGAR pria tidak menjadi Keledai !(Postulat 2)</p>
<p>Jadi, kita sampai pada &#8230;..</p>
<p>Pria + Wanita = Keledai + cari duit + Keledai + belanja &amp; habisin duit</p>
<p>Maka &#8230; dari Postulat 1 dan 2,kita dapat simpulkan :</p>
<p>Pria + Wanita =</p>
<p>Keledai yang hidup berbahagia selama-lamanya. ..!!!!</p>
<p>BENAR ???</p>
<p>sumber : email</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1420&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/aljabarrrrrr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>666 Tingkah Laku Suami Isteri</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/666-tingkah-laku-suami-isteri/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/666-tingkah-laku-suami-isteri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 11:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hua... Ha... Ha... Ha...]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum Bobo: 6 minggu: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach. 6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih. 6 tahun : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?! Pakai Toilet: 6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq. 6 bulan: masih lama ngga nih? 6 tahun: brug! brug! brug! (suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1416&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum Bobo:<br />
6 minggu: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.<br />
6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih.<br />
6 tahun : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!</p>
<p>Pakai Toilet:<br />
6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq.<br />
6 bulan: masih lama ngga nih?<br />
6 tahun: brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau tapa di gunung kawi sono! <span id="more-1416"></span></p>
<p>Ngajarin Nyetir:<br />
6 minggu: hati-hati say, injek kopling dulu baru masukin perseneling ya<br />
6 bulan: pelan-pelan dong lepas koplingnya.<br />
6 tahun: pantesan sering ke bengkel, masukin persenelingnya aja kayak gini!</p>
<p>Balesin SMS:<br />
6 minggu: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya<br />
6 bulan: mct bgt di jln nih<br />
6 tahun: ok.</p>
<p>Dating process:<br />
6 minggu: I love U, I love U, I love U.<br />
6 bulan: Of course I love U.<br />
6 tahun : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??</p>
<p>Back from Work:<br />
6 minggu: Honey, aku pulang…<br />
6 bulan : I’m BACK!!<br />
6 tahun: Si mbok masak apa hari ini??</p>
<p>Hadiah (ulang tahun):<br />
6 minggu : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli<br />
6 bulan : Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah<br />
6 tahun : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau</p>
<p>Telepon:<br />
6 minggu: Baby, ada yang pengen bicara ama kamu ditelpon<br />
6 bulan : Eh…ini buat kamu nih…<br />
6 tahun : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH….ANGKAT DUOOONG!!!</p>
<p>Masakan:<br />
6 minggu: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt…! !!<br />
6 bulan: Kita makan apa malam ini??<br />
6 tahun: HAH? MAKANAN INI LAGI?!</p>
<p>Memaafkan:<br />
6 minggu: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya<br />
6 bulan: Hati-hati! Nanti jatuh tuh.<br />
6 tahun: KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN</p>
<p>Baju baru:<br />
6 minggu: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu<br />
6 bulan: Lho, kamu beli baju baru lagi?<br />
6 tahun: BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??</p>
<p>Rencana liburan:<br />
6 minggu: Gimana kalau kita jalan-jalan ke Amerika atau ke tempat yg kamu mau honey?<br />
6 bulan: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat…<br />
6 tahun: JALAN-JALAN? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA!</p>
<p>TV:<br />
6 minggu: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?<br />
6 bulan : Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.<br />
6 tahun: JANGAN DIGANTI-GANTI DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA LIAT ORANG SENENG DIKIT APA ?</p>
<p>sumber : email</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1416&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/25/666-tingkah-laku-suami-isteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asaku di Persimpangan</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/02/asaku-di-persimpangan/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/02/asaku-di-persimpangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 11:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lihat, Dengar, Rasakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[ASAKU sedang di persimpangan jalan. Arah yang satu akan memberikanku kedigjayaan dan satunya lagi akan menuntunku pada kejayaan. Dan aku pun kini masih berdiri di depan persimpangan itu. Mencoba menimang, mencoba berfikir dengan logika, mencoba menyelami keinginan hati. Asaku ingin keduanya, namun hidup sebuah pilihan, ada yang terpilih dan ada yang harus direlakan pergi. Padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1409&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ASAKU</strong> sedang di persimpangan jalan. Arah yang satu akan memberikanku kedigjayaan dan satunya lagi akan menuntunku pada kejayaan.  Dan aku pun kini masih berdiri di depan persimpangan itu. Mencoba menimang, mencoba berfikir dengan logika, mencoba menyelami keinginan hati. <span id="more-1409"></span></p>
<p>Asaku ingin keduanya, namun hidup sebuah pilihan, ada yang terpilih dan ada yang harus direlakan pergi. Padahal hasrat ingin kedua-duanya, ingin merengkuh semuanya, ingin memiliki segalanya.</p>
<p>Aku bingung, limbung dan menjadi tak tentu arah di antara dua arah. Namun aku bersujud pada-Nya, mengucap sejuta syukur atas bingungku, atas gamangku, atas dilemaku, atas ketakbisaanku mengambil satu pilihan.</p>
<p>Karena aku, karena hidupku, masih diberikan pilihan, sementara mereka, orang-orang yang tak punya asa, yang terpaksa mengubur dalam-dalam asa mereka, bahkan membunuh asanya sendiri, karena tak pernah diberikan pilihan dalam hidupnya.</p>
<p>Inilah aku, yang sedang berdiri di persimpangan, yang masih belum melangkahkan kaki pada satu arah, pada satu tujuan. Sungguh, aku tak ingin tidak mendapatkan apa-apa ketika aku berhasrat untuk mendapatkan segalanya.</p>
<p>Bogor – Sukabumi’10</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1409&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/11/02/asaku-di-persimpangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Bulan Ibda Binafsik</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/08/25/ramadhan-bulan-ibda-binafsik/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/08/25/ramadhan-bulan-ibda-binafsik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 12:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lihat, Dengar, Rasakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1399</guid>
		<description><![CDATA[RAMADHAN telah tiba. Sungguh nikmat yang teramat besar yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk bisa kembali bersua dengan bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang penuh berkah. Karenanya, tak ada kata yang pantas diungkapkan untuk menyambut bulan suci nan istimewa ini selain Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Syahrul Jihad! Marhaban Ya Syahrul Mubaarak!. Karenanya, sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1399&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RAMADHAN telah tiba. Sungguh nikmat yang teramat besar yang diberikan Allah SWT kepada kita untuk bisa kembali bersua dengan bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang penuh berkah.  Karenanya, tak ada kata yang pantas diungkapkan untuk menyambut bulan suci nan istimewa ini selain Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Syahrul Jihad! Marhaban Ya Syahrul Mubaarak!.<br />
<span id="more-1399"></span><br />
Karenanya, sungguh tak seorang pun yang dapat menyia-nyiakan kesempatan panen pahala di bulan yang diberkahi ini, kecuali mereka yang telah benar-benar meredupkan cahaya hidayah dan keimanan dalam jiwanya.<br />
Dalam sebuah hadistnya, Rasulullah SAW bersabda: ”Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi.  Allah mewajibkan kepadamu untuk berpuasa di dalamnya.  Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan para setan ditutup.  Pada bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak akan memperoleh apa-apa,” (HR Ahmad dan Nasa&#8217;i)<br />
Selain sebagai ladang untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya.  Bulan mubarak ini merupakan momentum yang tepat untuk menegakkan nilai-nilai Islam (Syariat Islam-red) di tengah kehidupan masyarakat yang diawali dari diri pribadi.<br />
Tegaknya nilai-nilai Islam dalam kehidupan kita tentu merupakan perubahan besar dari tatanan kehidupan masyarakat kita yang masih ”thagut” ini.  Namun, untuk menggapai tujuan tersebut, tentu tak bisa dengan serta merta, karena tak ada perubahan besar yang terjadi secara tiba-tiba.  Seringkali perubahan besar tersebut diawali dengan sesuatu (perubahan) yang sangat sederhana.<br />
Ubahlah dirimu, niscaya engkau telah mengambil bagian dalam mengubah dunia dan peradaban. Demikian sebuah pameo menyebutkan.  Karenanya, Bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk ”ibda binafsik” (memulai sesuatu dari diri sendiri_al-hadist).<br />
Implementasi nilai-nilai Islam dalam sebuah masyarakat merupakan solusi yang tidak bisa ditawar lagi.  Namun, cita-cita luhur nan suci setiap pribadi muslim itu hanya akan sebatas utopia jika pribadi para implementatornya adalah pribadi-pribadi yang tidak menjalankan ajaran Islam secara kaffah dan paripurna.<br />
Oleh karena itu, kedatangan Bulan Ramadhan seyogyanya mampu meningkatkan kesadaran kita akan hakikat dunia yang hanyalah sebatas ladang untuk menggapai akhirat kelak (mazra’atul akhirah) dan bukan akhir dari kebermaknaan hidup.  Dan seyogyanya niat kita dalam menjalankannya tidak sekedar sebagai pemenuhan kewajiban semata, tapi juga menghayatinya sebagai sebuah ibadah sekaligus proses penyucian diri (tazkiyah al-nafs) serta upaya untuk meningkatkan intimaa’a (afiliasi kepada Islam) kita.<br />
Implikasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan dapat menjadi pagar hidup bagi masyarakat dari kehinaan hawa nafsu dan kenaifan syaitaniya yang destruktif.  Dan bulan suci Ramadhan adalah qoriyah thoyibah (kampung percontohan-red) bagi tegaknya nilai-nilai Islam tersebut.<br />
Kini, bulan syiam itu datang, tiba saatnya bagi kita untuk merekonstruksi pribadi guna mencapai derajat sebagai insan kamil yang muttaqien.  Semoga, melalui bulan suci ini kita mampu mendepositkan pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal untuk kita petik di kemudian hari.  Serta cita-cita suci nan mulia kita yakni, tegaknya Darul Islam di dunia dan Darussalam di akhirat dapat tercapai atas izin dan ridho-Nya. Amin ya robbal alamin.  Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan, syahrun mubaarak, syahrun Adziim. ntaqur</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1399&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/08/25/ramadhan-bulan-ibda-binafsik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika  Suami di Tinggal Istrinya Untuk Jadi TKW</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/ketika-suami-di-tinggal-istrinya-untuk-jadi-tkw/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/ketika-suami-di-tinggal-istrinya-untuk-jadi-tkw/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 10:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1389</guid>
		<description><![CDATA[Ini Anak Siapa? SUSAHNYA mencari pekerjaan karena sempitnya lapangan kerja di negeri ini menjadikan luar negeri sebagai tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik.  Sudah berpuluh tahun bangsa ini tercatat sebagai pengekspor terbesar tenaga kerja nonskill ke luar negeri, terutama ke wilayah asia timur dan timur tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, UEA, Jepang, Korea, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1389&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ini Anak Siapa?</strong></p>
<p><strong>SUSAHNYA</strong> mencari pekerjaan karena sempitnya lapangan kerja di negeri ini menjadikan luar negeri sebagai tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik.  Sudah berpuluh tahun bangsa ini tercatat sebagai pengekspor terbesar tenaga kerja nonskill ke luar negeri, terutama ke wilayah asia timur dan timur tengah, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, UEA, Jepang, Korea, Singapura dan negara-negara di seantero benua asia lainnya.<span id="more-1389"></span></p>
<p>Kebanyakan dari mereka adalah kaum perempuan (TKW-red), hampir tiap tahun ratusan ribu perempuan pergi ke luar negeri untuk mengadu nasibnya.  Mereka mengakui bekerja sebagai TKW bisa menghasilkan uang yang berlimpah dan berlipat ganda, ringgit, real atau dolar lebih menggiurkan keinginannya dibandingkan dengan rupiah yang memang susah di dapat di sini.</p>
<p>Oleh karenanya jasa tenaga kerja pun bermunculan bak jamur dimusim penghujan.  Persyaratannnya pun semakin hari semakin longgar saja, cukup menyetor beberapa juta saja, bisa segera bekerja di luar negeri.</p>
<p>Hampir semua daerah di negeri ini ikut berpartisifasi mengekspor tenaga kerja ke luar negeri, tak terkecuali dengan Kabupaten Cianjur ini.  Sebagai daerah yang memiliki angka kemiskinan sekitar 241.248 kepala keluarga (Renstra Pemkab Cianjur, 2000) dari jumlah 489.432 KK penduduk Kabupaten Cianjur atau sekitar 49 %, tentunya menjadi TKW adalah pilihan terakhir.</p>
<p>Para TKW biasanya berasal dari dearah pelosok, hampir tiap tahun selalu saja ada perempuan yang pergi ke luar negeri untuk mengais ringgit atau real.  Jika pulang membawa uang tentunya hal itu bisa menggoda tetangganya, hingga tetangganya itu berhasrat ingin jadi TKW juga, begitu seterusnya, makin bertambah dan tak terkendali.</p>
<p>Meskipun banyak kejadian yang tidak menimpa para TKW tersebut, dari sekedar perlakuan tidak adil sampai yang tragis, seperti diperkosa atau dibunuh.  Namun jumlah TKW sepertinya tidak pernah berlangsung surut, malah makin bertambah dan terus bertambah jumlah pendaftarnya.</p>
<p>Kebanyakan dari mereka sudah bersuami bahkan ada yang memiliki beberapa anak.  Para suami yang ditinggalkan istrinya yang bekerja sebagai TKW tentunya menanggung beban tersendiri, selain hidupnya dibiayai oleh sang istri, rasa kesepian akan setia menemaninya sekurangnya selama dua tahun lamanya, itu pun kalau istrinya tersebut tidak memperpanjang kontrak kerjanya lagi.</p>
<p>Lantas seperti apa nasib dan bagaimana perasaan para suami TKW ini?.  Berikut ini beberapa kisah dari para suami yang ditinggal istrinya jadi TKW.  Ada kisah sedih, miris, sampai cerita menggelitik.</p>
<p>Junaidi (30) misalnya, &#8211;bukan nama sebenarnya&#8211;, bapak satu anak ini sejak tahun 2002 ditinggal istrinya bekerja di Abu Dhabi.  Suami dari Rukayati (27), &#8211;nama samaran&#8211; yang tinggal di Kampung Tugusari Karangtengah Cianjur ini sempat kaget mendengar niatan istrinya untuk menjadi TKW, pasalnya usia pernikahan mereka yang belum genap setahun dan anak balita satu-satunya yang masih membutuhkan kehadiran ibunya tentu menjadi faktor keheranan Junaidi.</p>
<p>Namun heran tetap saja menjadi sebatas kening mengernyit, karena toh istrinya jadi juga pergi ke luar negeri.  Alasannya hanya satu, ingin membantu mencari nafkah bagi keluarga.  Padahal diakui Junaidi, meskipun hanya sebagai pengojek namun tiap bulan dirinya tidak pernah absen kirim uang dapur pada istrinya.</p>
<p>Hingga saat ini Junaidi genap ditinggal istrinya 2 tahun, dan tiba pada tahun yang telah dinanti-nantikan dirinya, Rukayati sang istri akan segera pulang karena kontrak kerjanya hanya dua tahun.  Junaidi pun siap-siap menyambut sang istri yang dirindukannya itu beserta para tetangganya yang juga menunggu salah seorang keluarganya yang juga jadi TKW.</p>
<p>Jelang sore hari istrinya datang bersama rombongan TKW sesama kampung, anak-anak tetangga yang melihat kehadiran ibunya langsung memburu dan merangkul haru, Junaidi pun sebenarnya ingin memburu istrinya lantas merangkulnya erat, kalau perlu langsung “membantingnya” ke atas kasur, namun karena jaga wibawa Junaidi hanya tersenyum saja menyambut kedatangan Rukayati; rindu.</p>
<p>Akan tetapi di tengah rasa rindu yang menggebu mata Junaidi dikagetkan oleh kehadiran seorang anak kecil dalam dekapan istrinya, Junaidi pun bertanya, namun istrinya berjanji akan menjelaskannya setelah tiba dirumah.</p>
<p>Tiba dirumah, mereka langsung disambut oleh sanak saudara dan kerabat terdekat, maklum saja Rukayati sudah pasti membawa segepok Real.  Setelah semua sanak saudaranya pulang, Junaidi kembali menanyakan perihal anak tersebut, Rukayati pun bercerita panjang lebar yang intinya anak tersebut adalah anak majikannya.</p>
<p>Kontan saja Junaidi dibuat heran, logikanya tidak bisa menerima penjelasan istrinya itu, kenapa seorang majikan berani menitipkan anaknya pada pembantu?.  Lagipula jika memang cerita Rukayati itu benar, itu berarti pertanda bahwa istrinya akan kembali lagi ke Abu   Dhabi.</p>
<p>Junaidi pun mendesak istrinya untuk berkata jujur, namun Rukayati <em>keukeuh peuteukeuh</em> pada ceritanya, hingga perdebatan sengit dan pertengkaran mulut pun terjadi.  Junaidi mencium bau pengkhianatan, namun dirinya tak bisa berbuat banyak, ingin marah namun setoran tiap bulan yang kerap diberikan istrinya rupanya telah membungkam ego kelaki-lakiannya.</p>
<p>Daripada pusing, Junaidi pun pergi keluar lantas nongkrong di warung kopi dekat rumahnya menenangkan hati.  Rupanya bukan dirinya saja yang bertanya-tanya perihal anak tersebut, sanak saudara dan para tetanganya pun dibuat heran dan bertanya-tanya pula, bahkan tidak sedikit yang langsung mengambil kesimpulan sendiri.  Melihat hal tersebut Junaidi pun menjadi malu dan tidak enak hati.</p>
<p>Dua hari setelah istrinya pulang, kehadiran anak tersebut dalam keluarga Junaidi rupanya masih menjadi bahan gosip para tetangga, tentu saja Junaidi dibuat panas telinga, apalagi tidak sedikit dari mereka yang mengambil kesimpulan bahwa anak tersebut adalah anak Rukayati dari majikannya.</p>
<p>Dengan perasaan durja Junaidi pun kembali menanyakan perihal anak tersebut pada Rukayati istrinya, namun karena mendapatkan cerita yang sama, Junaidi tak bisa mengendalikan emosinya.  Saking berangnya kata-kata cacian dan ancaman pun keluar dari mulutnya.  Melihat suaminya seperti itu Rukayati hanya mampu menjawabnya dengan tangisan.</p>
<p>Melihat istrinya menangis seperti itu, dia jadi heran apalagi saat kata maaf meluncur dari mulut istrinya, Junaidi serasa mendengar halilintar di siang benderang.  Lelaki perantauan ini hanya terpaku memandangi istrinya, tanpa daya dihempaskan badan tirusnya ke atas kursi.  Meskipun bau pengkhianatan makin kentara saja tercium namun Junaidi hanya diam memandangi Rukayati yang sedang menangis sesenggukan sambil tak bosan-bosannya mengucapkan kata maaf padanya.</p>
<p><strong>________</strong></p>
<p><strong>Pulang TKW Langsung Minta Cerai</strong></p>
<p>Menjadi pasangan suami istri karena “kecelakaan” tentu merupakan beban tersendiri bagi yang mengalaminya.  Namun toh itu telah terjadi, dan benih telah bersemayam di dalam rahim sang gadis.  Maka pernikahan pun di gelar, tentunya tak sesakral pernikahan pada umumnya, hanya dihadiri beberapa kerabat dekat dan sanak saudara.  Bukan untuk menghemat biaya namun sekedar untuk menutup aib semata.</p>
<p>Amarah dan murka orang tua akhirnya reda sudah saat Asep (21) &#8211;nama samaran&#8211;, akhirnya dinikahkan juga dengan pacarnya, Siti (19) &#8211;juga nama samaran&#8211;, mojang asal Leles Karangtengah.</p>
<p>Semenjak menikah, paradigma berfikir Asep tentunya berubah 180 derajat, dari anak muda yang suka nongkrong dan hidup seenaknya tampil menjadi lelaki yang punya tanggung jawab.  Apalagi saat sang buah hatinya lahir kedunia, Asep pun menjelma menjadi seorang suami sekaligus ayah.  Jadilah kedua belia itu menjalin hidup bersama sebagai sepasang suami istri pada sepetak rumah kontrak.</p>
<p>Dengan ijazah SMA yang dimilikinya, Asep pun lantas bekerja sebagai salah seorang karyawan di sebuah pasar swalayan.  Namun sang istri, Siti rupanya tidak puas dengan penghasilan Asep yang cuma 250 ribu itu, apalagi melihat teman-teman sebayanya sudah bisa membangun rumah <em>bati</em> kerja jadi TKW di luar negeri.</p>
<p>Melihat kenyataan itulah mendorong Siti ingin jadi TKW, Asep tentu saja keberatan, dia tidak ingin istrinya bekerja, apalagi menjadi TKW ke luar negeri.  Selain ada anak yang masih butuh kehadiran ibunya, Asep menilai keinginan Siti tersebut sama saja menghancurkan kebersamaan rumah tangga mereka.</p>
<p>Namun Siti tidak patah arang, terus mendesak sampai melibatkan orangtuanya.  Asep pun akhirnya menyerah, ijin pun diberikan pada istrinya untuk berangkat ke Singapura menjadi babu Indonesia.</p>
<p>Bercita-cita ingin menjadi seorang bapak dan suami yang sempurna, Asep keburu menjadi suami tanpa istri, apalagi saat mertuanya meminta anak satu-satunya untuk tinggal dirumah mereka.  Hidup Asep pun layaknya kembali bujang, makan sendiri, makan sendiri dan tidur sendiri pula.</p>
<p>Seperti orang yang ditinggal mati saja, hidupnya menjadi tidak bergairah, semangat kerjanya menurun, sering bolos dan kerap mangkir dari tugas, sehingga belum genap satu tahun bekerja, Asep pun dirumahkan (dipecat-red) dari tempat kerjanya.  Jadilah Asep pengangguran sejati, hidup tanpa beban tanggung jawab.</p>
<p>Kesehariannya pun seperti sediakala sebelum menikah dengan Siti, nongkrong dengan teman sebayanya, dan main sana kemari menghabiskan waktu.  Sedangkan biaya hidupnya sehari-hari di dapat dari kiriman uang sang istri, itu pun setelah di <em>audit</em> oleh sang mertua.</p>
<p>* * *</p>
<p>Dua tahun waktu pun berlalu begitu cepat baginya, sang istri yang dirindukan akan segera pulang karena habis kontrak kerjanya.  Tiba pada hari yang dinantikan, Siti pulang membawa setumpuk dolar Singapur, buat keluarganya dan tentu saja buat sang suami tercinta.  Haru biru berbaur rindu beraduk dalam diri Asep saat menyambut kedatangan istrinya.</p>
<p>Asep pun tidak menyia-nyiakan kehadiran kembali istrinya tersebut, saat malam menjelang dan dingin meradang, Asep minta obat rindu pada Siti.  Adalah hal yang wajar baginya sebagai suami dan lelaki normal.  Namun tanpa dinyana sang istri menolak ‘ajakannya’ tersebut.</p>
<p>Meskipun dengan cara halus, namun penolakan tersebut agaknya menggangu pikiran Asep, ada apa dan kenapa?, namun Asep tak berani menanyakan perihal tersebut secara langsung pada istrinya.  Malam itu pun berlalu dengan dengkuran saja.</p>
<p>Sikap Siti sekembali dari Singapura dirasakan Asep banyak mengalami perubahan berubah drastis, terkesan dingin dan suka menyela perintahnya.  Belakangan diketahui sikap istrinya tersebut dikarenakan dirinya sudah tidak lagi bekerja, jadilah mereka sepasang suami istri yang dingin dan suka bertengkar.</p>
<p>Percekcokan yang menggunung tersebut akhirnya meletus juga saat Siti minta pisah rumah dengannya.  Siti dan anaknya pun hijrah ke rumah orangtuanya, sementara Asep tetap mendiami rumah kontrakannya itu.</p>
<p>Seminggu pisah rumah, Asep dikejutkan oleh kedatangan Siti beserta orang tuanya.  Sore itulah Siti mengutarakan keinginannya untuk bercerai, dengan satu alasan sudah tidak ada lagi kecocokan.  Meskipun Asep coba bertahan untuk tidak sampai menceraikan istrinya, namun karena mendapat ‘serangan’ bertubi-tubi dari segala sisi, Asep pun pasrah menerima permintaan istrinya tersebut.</p>
<p>Selang 10 hari sejak istrinya pulang jadi TKW Asep pun resmi bercerai dengan Siti, dan sang anak dibawa oleh keluarga Siti.  Asep kali ini benar-benar kehilangan istri dan anaknya, dan mau tak mau dia pun harus kembali pulang ke rumah orang tuanya di Cibantala dengan membawa status duda.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1389/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1389&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/ketika-suami-di-tinggal-istrinya-untuk-jadi-tkw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemulung Anak, Salah Siapa?</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/pemulung-anak-salah-siapa/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/pemulung-anak-salah-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 09:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1386</guid>
		<description><![CDATA[SIANG itu adalah hari pertama di tahun yang baru 2008.  Kota Cianjur sudah diguyur hujan sedari subuh tadi.  Padahal, bulan-bulan sebelumnya, Kota “Tauco” ini terasa panas menyengat.  Sejak beberapa tahun terakhir, Kota Cianjur memang tak lagi se-sejuk dan se-adem dulu.  Apalagi banyaknya lahan pertanian dan pesawahan yang disulap jadi komplek perumahan, ditambah keberadaan Situ Jangari, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1386&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/05/saad1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1387" title="saad" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/05/saad1.jpg?w=497&#038;h=254" alt="" width="497" height="254" /></a>SIANG</strong> itu adalah hari pertama di tahun yang baru 2008.  Kota Cianjur sudah diguyur hujan sedari subuh tadi.  Padahal, bulan-bulan sebelumnya, Kota “Tauco” ini terasa panas menyengat.  Sejak beberapa tahun terakhir, Kota Cianjur memang tak lagi se-sejuk dan se-adem dulu.  Apalagi banyaknya lahan pertanian dan pesawahan yang disulap jadi komplek perumahan, ditambah keberadaan Situ Jangari, menjadikan Kota “tatar santri” ini gerah tak bikin betah.<span id="more-1386"></span></p>
<p>Namun, kendati jalanan masih becek akibat di guyur air hujan sisa subuh tadi, namun rasa dingin menggigil sepertinya tak nampak di raut wajah bocah berkaos oblong kerah gombrang bertelanjang kaki itu.  Seolah mengindahkan rintik hujan dan hawa dingin, dia <em>anteng</em> saja mencomoti gelas-gelas dan botol plastik sisa air mineral kemasan.  Mencari di gorong-gorong trotoar, sesekali kaitnya menyeruak di sana.  Bahkan, ia sengaja minta ijin ke pemilik warung pinggir jalan untuk sekedar mencari yang dicari di tempat sampah warung tersebut.</p>
<p>Jika yang dicarinya ada, kaitnya yang berbentuk gancu itu pun langsung mengaitnya, lantas dimasukannya ke dalam karung besar yang sedari tadi di panggulnya.  Kendati besar kapasitasnya, namun karung itu sepertinya tidak terasa berat di pundak.  Soalnya, yang ada dalam karung itu cuma tumpukan botol dan gelas plastik bekas air kemasan.  Kalaupun terisi penuh, paling cuma 2 kg saja beratnya.</p>
<p>Ujang, demikian bocah itu menyebut nama.  Singkat, namun sudah cukup menjelaskan darimana ia berasal.  Usianya sekitar 15 tahunan.  Kalau diukur dari usia Wajib Belajar, saat ini berarti ia duduk di bangku SLTP kelas 2.</p>
<p>Namun sayang, sebagaimana penuturannya, ia tak pernah menikmati seperti apa rasanya duduk di bangku SLTP itu, “Kelas 4 SD <em>ujang mah tos eureun sakola </em>(Ujang sudah berhenti sekolah)<em>,</em>” ujar dia kental dengan logat sundanya.</p>
<p>Tanpa malu Ujang pun mengurai cerita, ia mengaku, kalau putus sekolahnya itu semata-mata karena kondisi ekonomi keluarganya yang serba minimalis alias kekurangan.  Bahkan, bersama orangtuanya, mereka masih ngontrak rumah bedengan di sudut Kp. Ciharashas, Kec. Cilaku, Cianjur.</p>
<p>“<em>Bapa ujang mah tos teu dagang deui, ayeuna mah aya wae di bumi teu kamana-mana </em>(Bapak Ujang sudah tidak berjualan lagi, hanya diam di rumah),” tuturnya.</p>
<p>Melihat bapaknya sedikit tak punya rasa tanggungjawab dan kerjaannya hanya <em>ngusep</em> (mancing-red) saja, Ujang pun bangkit menyingsingkan bajunya, berniat mengambil alih peran bapaknya sebagai pencari nafkah keluarga.</p>
<p>Ujang tak sendiri, bersama sang adik yang diakuinya tak pernah dimasukkan ke sekolah, mereka berdua bahu membahu membantu ibunya agar bisa tetap mengepulkan asap dapur keluarga.</p>
<p>“Bapak kadang suka ikut mulung, tapi jarang, kebanyakan<em> mah ngusep</em>,” ujarnya.</p>
<p>Jika batinnya diberi kesempatan untuk berontak, ia mungkin akan menjerit atas kondisi hidupnya.  Namun, hidup adalah pilihan, dan kehidupan telah menepatkannya pada posisi demikian; menjadi tulang punggung keluarga.  Sementara sang kepala keluarga asyik <em>ngusep</em> di sepanjang sungai dekat rumahnya.</p>
<p>Ujang berkisah, awal mulanya menjadi pemulung dirinya membatin, terlebih, saat tengah menjalankan profesinya itu, lantas bertemu dengan teman sebayanya.  Mukanya akan langsung memerah saga, malu tak ketulungan.</p>
<p>Makanya, di awal menjalankan profesinya ia tak pernah lepas dari topi <em>kupluk</em> yang senantiasa menutupi sebagian wajahnya.  Tujuannya tentu saja bisa di tebak, untuk menyembunyikan identitas diri dari orang yang dikenalnya.</p>
<p>“Tapi<em> ayeuna mah</em> sudah tidak<em> </em>malu lagi,” aku dia.</p>
<p>Ujang benar, mengedepankan rasa malu, tak makan sekeluarga adalah taruhannya.  Karenanya, sejak 6 bulan lalu, Ujang pun begitu <em>pede</em> dengan profesi mulungnya itu.  Ia akan cuek saja kalau bertemu dengan orang yang dikenalnya.  Apa kata mereka, seperti pepatah, Ujang pun berfalsafah, “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,”</p>
<p>Dalam menjalankan kerja mulungnya, Ujang mengaku dalam sehari bisa mengantongi uang sebesar Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.  Apalagi, jika ada kegiatan atau acara-acara seremonial yang menghimpun banyak massa, maka dalam sehari ia bisa mengantongi uang sebanyak Rp 20 ribu dari hasil mulung gelas dan botol air kemasan yang berserakan tertinggal setelah acara tersebut usai.</p>
<p>“Ujang berangkat dari rumah biasanya pagi hari dan pulang siang, tapi kalau ada upacara atau tablig akbar suka pulang malam,” tandas Ujang yang bercita-cita ingin menjadi tentara itu.</p>
<p>Lain Ujang, lain cerita dengan Dedi, bocah tirus yang masih duduk di kelas 5 SD itu mengakui pekerjaannya sebagai pemulung semata-mata karena suruhan dari orang tuanya.</p>
<p>“<em>Ema anu miwarang dagang kantong, saurna kanggo biaya sakolah abdi </em>- (ibu saya yang menyuruh jualan kantong, katanya untuk biaya sekolah saya),” ungkap Dedi.</p>
<p>Dedi yang sering dipanggil Oded oleh teman sepermainannya itu mengaku terpaksa menjadi pemulung atas suruhan orangtuanya.  Namun, karena sudah tidak lagi diberi uang saku oleh orangtuanya itu, maka jalan satu-satunya untuk membeli segala kebutuhannya itu ia peroleh dari hasil mulungnya.</p>
<p>Dalam sehari Oded bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.  Namun jumlah uang tersebut harus diberikan seluruhnya kepada sang ibu tercinta. Sementara dia hanya diberi uang sekedarnya untuk jajan.</p>
<p>Oded mengaku, guna cari tambahan uang, selain jadi pemulung, ia kerap jadi tukang panggul belanjaan di pasar.  Ia mengaku senang dengan pekerjaan sambilannya.  Soalnya, dari sambilannya itu ia bisa dapat uang tanpa harus disetor ke ibunya.</p>
<p>Kendati usianya baru 12 tahun, namun bocah yang bercita-cita ingin menjadi seorang guru ini secara perlahan mampu ‘menggeser’ peran bapaknya yang pekerja serabutan yang lebih banyak diam di rumah itu sebagai tulang pungung keluarga.</p>
<p>Ujang, Dedi dan puluhan anak-anak lainnya yang bernasib sama adalah potret buram dunia anak masa kini.  Ternyata, menjadi anak di jaman sekarang tak seindah dongeng nina bobo sebelum tidur.  Mereka harus berjuang untuk menyambung hidup keluarganya.  Padahal, sebagai seorang anak yang masih potensial, mereka seharusnya mengisi waktu dengan belajar, bermain dan bergembira, serta memperoleh pendidikan yang memadai, baik pendidikan formal maupun informal.</p>
<p>Namun, kondisi hidup yang serba kekurangan mendorong sebagian anak terpaksa harus bekerja karena berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga yang miskin, sistem kesejahteraan sosial yang tidak memadai, serta keterbelakangan maupun budaya lingkungan yang membentuknya.</p>
<p>Realitas sosial yang menyangkut kesejahteraan sosial anak ini jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan dampak buruk terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti menurunnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatnya tindak kenakalan serta kriminal di masyarakat.</p>
<p>Kondisi inilah yang pada akhirnya mendorong para orangtua ‘terpaksa’ mempekerjakan anak-anaknya yang masih di bawah umur.  Ada banyak orangtua yang menyuruh anak-anaknya untuk menjadi pengamen di jalanan, tukang semir sepatu, berjualan rokok, menjadi pemulung bahkan peminta-minta serta pekerjaan-pekerjaan lainnya yang tidak sepantasnya dilakukan anak yang masih berusia belia.</p>
<p>Padahal, mempekerjakan anak selain melanggar hukum dan konvensi yang telah diratifikasi, seperti konvensi No. 138 tahun 1973, mengenai usia minimum, dan konvensi No. 182, tentang larangan dan tindakan penghapusan bentuk pekerjaan terburuk untuk anak, juga akan mengancam masa depan anak secara individu serta dapat membahayakan masa depan bangsa.</p>
<p>Namun, ketika segudang hukum dan setumpuk aturan berbenturan dengan keberlangsungan hidup dan isi perut.  Lantas, kepada siapa harus menyalahkan, ketika anak menjadi pemulung?   (taqurrahman)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1386&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/05/08/pemulung-anak-salah-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/05/saad1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sungguh Kartini Sesungguhnya</title>
		<link>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/04/24/sungguh-kartini-sesungguhnya/</link>
		<comments>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/04/24/sungguh-kartini-sesungguhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 14:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>secangkirkopipagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://secangkirkopipagi.wordpress.com/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[DISAAT sebagian besar perempuan Cianjur gegap gempita merayakan peringatan Hari R.A. Kartini di Gedung Bale Rancage Cianjur, Rabu lalu.  Namun Mimin (55), perempuan paruh baya itu malah sibuk membersihkan jalanan dan trotoar Kota Cianjur dari sampah-sampah yang berceceran. Di sapunya sampah-sampah itu, dicomotnya sisa-sisa bungkus jajanan anak sekolah itu, lantas disodok dengan pengki untuk kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1343&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong><a href="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/04/kartini.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1344" title="kartini" src="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/04/kartini.jpg?w=166&#038;h=247" alt="" width="166" height="247" /></a>DISAAT</strong> sebagian besar perempuan Cianjur gegap gempita merayakan peringatan Hari R.A. Kartini di Gedung Bale Rancage Cianjur, Rabu lalu.  Namun Mimin (55), perempuan paruh baya itu malah sibuk membersihkan jalanan dan trotoar Kota Cianjur dari sampah-sampah yang berceceran.<span id="more-1343"></span></p>
<p>Di sapunya sampah-sampah itu, dicomotnya sisa-sisa bungkus jajanan anak sekolah itu, lantas disodok dengan <em>pengki</em> untuk kemudian dimasukkan ke dalam tempat sampah beroda yang sedari tadi setia menemaninya menjalankan tugas rutinnya sebagai petugas kebersihan (baca : penyapu jalan).</p>
<p>Mimin, nenek dengan 6 anak dan 9 cucu yang minta disapa cukup dengan Mak Emin saja itu mengaku tak pernah paham tentang hari Kartini.  Maksudnya, kenapa setiap hari Kartini, kaum perempuan selalu bahkan “diwajibkan” mengenakan kain kebaya?  Bukannya iri, tapi Mak Emin mengaku tak pernah memakai kain kebaya separuh hidupnya, apalagi setiap tanggal 21 April.</p>
<p>Mak Emin sejenak terjaga saat memperhatikan ibu-ibu yang baru saja keluar dari Gedung Bale Rancage itu, berkebaya bagus dengan manik-manik di setiap sisi kainnya.  Sebagai perempuan, mungkin Mak Emin ingin juga sekali dalam hidupnya menghadiri dan merasakan seperti apa duduk di antara deretan ibu-ibu itu; mengikuti prosesi hari Kartini.</p>
<p>“Tapi Emak <em>mah da teu acan kantos ngiringan </em>upacara Hari Kartini,” ucap Mak Emin dengan logatnya yang khas.</p>
<p>Mak Emin mungkin ditakdirkan untuk tidak akan pernah mengikuti Hari Kartini semasa hidupnya, karena tugasnya yang setiap saat menuntutnya untuk selalu siap sedia mengabdi.</p>
<p>Sebagai penyapu jalan yang dikontrak Dinas PU Cipta Karya setempat, Mak Emin mengaku sudah puas.  Apalagi saat mengenakan seragam “kebangsaannnya” itu, berwarna oranye, lengkap dengan topi rimba di kepalanya.  Bahkan siang itu, layaknya personil Densus 88, Mak Emin menutup wajah keriputnya dengan masker.  Tujuannya tentu saja, menghindari debu asap kendaraan dan polusi kota.</p>
<p>Bagi Mak Emin, saat ditanya makna Hari Kartini, ia cuma menggelengkan kepala.  Apa pasal, Mak Emin, yang kini tinggal di Kp. Tanahlapang Desa Maleber Kecamatan Karangtengah Cianjur itu mengaku tak pernah merasakan “jumawanya” mengikuti peringatan Hari R.A. Kartini.  Berkebaya manik-manik, cium pipi kiri dan pipi kanan lantas berbincang tentang barang-barang terkini yang harus dibeli.</p>
<p>Namun, kendati ia tak akan pernah bisa mengenakan kebaya bagus.  Namun, tak harus berkebaya, Mak Emin lah Kartini sesungguhnya.  Seorang pejuang perempuan masa kini yang terkadang kiprahnya tersisihkan.  Padahal, dari ketelatenannya mencomoti daun-daun yang berserakan di jalan, dan ketidakjijikannya memunguti sampah-sampah yang bertebaran di trotoar, Kota Cianjur meraih penghargaan sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.</p>
<p>Sungguh, dialah Kartini sesungguhnya, perempuan paruh baya, yang mengabdikan separuh hidupnya sebagai penyapu jalan; seorang pahlawan adipura. (firman taqur)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/secangkirkopipagi.wordpress.com/1343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=secangkirkopipagi.wordpress.com&amp;blog=4014287&amp;post=1343&amp;subd=secangkirkopipagi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://secangkirkopipagi.wordpress.com/2010/04/24/sungguh-kartini-sesungguhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fc03aafc02d690f56984eab329e2244?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abah akuy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secangkirkopipagi.files.wordpress.com/2010/04/kartini.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">kartini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
