Dan Aku Meninggalkanmu …

•December 8, 2015 • 1 Comment

smoke

SEBATANG rokok, teman pagi, kawan siang, kekasih malam. Maafkan aku harus meninggalkanmu. Bukan ada selisih diantara kita, atau ada prahara, hanya saja aku sudah cukup mengenalmu sedari usaiku masih belia.

Cukup! Kini aku akan meninggalkanmu. Maaf, aku lebih sayang tubuhku. Lagipula, usiaku semakin bertambah tua, banyak yang terasa, banyak sakit di sini dan di sana.

Maaf aku meninggalkanmu, meski sesekali aku akan menyambangimu, itu hanya sekedar kerinduan yang ala kadar. Atau mungkin aku tidak akan pernah menyambangimu lagi. Biarlah waktu yang menjawabnya.

Kp. Sawah, 8/12/2015

Malu Karena Sudah lama Tidak Menulis

•June 14, 2015 • Leave a Comment

IMG_9179Minggu lalu tergeletak sebuah amplop di atas meja kerja. Amplop dibuka dan isinya meminta saya untuk menjadi pemateri dalam pelatihan dan lomba menulis esai tingkat pelajar SMA di Kab. Cianjur. Sejenak tercenung, antara bangga dan bingung.

Esai? Apaan yah, gumam dalam hati. Kegalauan itu bukan karena tidak tahu apa itu Esai, lagipula tidak ada yang tidak tahu di dunia saat ini. Kalau memori pengetahuanku terbatas, bisa langsung bertanya ke mbah gugel. Karenanya, kegalauan ini lebih karena rasa malu; disuruh memberikan motivasi menulis kepada pelajar, sedangkan diri ini pun sudah lama tidak menulis, hadeuh.

baca selanjutnya…

Just Do It

•August 1, 2014 • Leave a Comment

Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya.

Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.

 

(Anonim)

Dia

•May 30, 2014 • 1 Comment

daaJANGAN marah bila aku memperhatikanmu, semakin waktu berlalu, ada gelora yang tak biasa, selalu ada gelisah saat melihatmu, dan resah-resah ini selalu mengganggu dalam desah di setiap langkah.

Jangan murka bila ternyata aku suka padamu, rasa yang tak biasa, rasa yang terpatri, meliuk mengukir indah di dalam hati. Inilah maha karya sang waktu yang selalu jujur adanya, dan aku pun terpanah tak berdaya dibuatnya.

Jangan menertawakanku atas rindu ini terhadapmu, rindu menggebu yang berbalut malu, malu diri, malu kondisi, malu karena aku dan kamu mungkin takkan bisa bersatu. Terkadang aku selalu murka atas segala yang kau suka, dan cemburu setiap yang kau mau. Inilah kerinduanku, rindu yang membatu, seperti inilah cemburuku, cemburu yang tak tahu malu.

Dan jangan meninggalkanku saat kamu tahu tentang segala rasa ini terhadapmu, karena aku takkan memintamu berkata iya apalagi memaksamu untuk memberi rasa yang sama. Biarlah segalanya tentangmu, setiap cerita tentang rasa ini menjadi teman angan di saat diri merasa sepi.

Batas Kota Cianjur, 30/5/14

Journalist, Who Am I !

•May 16, 2014 • Leave a Comment

Meet the PressDAN aku pun telah mengabdikan seluruh hidup ini ke dalam dunia jurnalistik, dunia pers, dunia industri media, industri kapitalis media. Secara profesi, aku pun menjadi jurnalis; mencari makan dari menulis. Sayang, beberapa manusia merusaknya dengan perilaku tidak elegan, mereka merusak hakekatnya, maknanya, spiritnya. Teramat ironi, mereka dengan rasa bangga dan pongah mengumbar identitas kejurnalistikannya itu.

baca selanjutnya …

Aku Adalah Nabi!

•November 21, 2013 • Leave a Comment

hayatiAKU rindu menulis karena di sana ada semacam orgasme pemikiran. Menulis terkadang membuat resah yang singgah sirna seketika. Aku selalu merindukan satu adegan dimana aku seorang diri di kamar, menghadap layar komputer ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok, lantas mulailah aku menulis.

baca selanjutnya …

Kitab Kehidupan

•January 16, 2013 • 2 Comments

SEPARwriting-with-penaUH hidup telah berlalu, menggurat hikayat merenda cerita penuh makna. Menekuri segala apa yang telah terjadi, kebaikan, kebusukan, keteladanan dan ketololan adalah isi dari kitab yang ku punyai ini.

baca selanjutnya …