Cerita Lutchu

Cemburu

Seorang anak CEMBURU pd adiknya yg baru lahir. Ketika ibunya sedang tidur, puting susu ibunya diberi racun. Besoknya, SOPIR mereka MATI.

Kawin

Jangan KAWIN sama orang TELKOM, tiap 3 menit putus. Apalagi sama DOKTER GIGI, habis digoyang langsung dicabut. Mendingan sama GURU aja, kurang jelas di ulang sampai PUAS

Megawati Tidak Mau Dipanggil Pak Harto

Setelah peristiwa 27 Juli 1996 yang lalu, ada khabar santer bahwa “Megawati tidak mau dipanggil Pak Harto”, kata seorang teman.

Wah buru-buru kita menganalisa mengapa keadaan menjadi begitu runyam, dan analisa dari kejadian lalu hingga sekarang, sampai terjadi diskusi yang berkepanjangan.

Tiba-tiba teman yang melontarkan gosip tersebut menengahi dan menginformasikan bahwa memang benar demikian adanya, sebab pertama ialah Megawati seorang Ibu jadi tidak mau dipanggil Pak,

kedua bahwasannya namanya Megawati dan bukan Harto, jadi dia hanya mau dipanggil Ibu Mega atau mBak Mega dan bukan Pak Harto.

Ini Anak Pertamanya?

Seorang laki-laki yang sedang panik menelepon dokter kandungan.

Laki-laki: Dokter, istri saya sedang mengandung dan sekarang kontraksinya terjadi setiap 2 menit.

Dokter: Apakah ini anak pertamanya?

Laki-laki: Dasar lu dokter bego. Ini bukan anak pertamanya. Ini suaminya!

Menikmati Liburan dan Bulan Madu

Saat liburan musim panas, segrombolan TV kru datang ke pantai untuk meliput suasana musim panas di pantai untuk berita cuaca. Reporter bertanya kepada salah satu pengunjung :

Reporter: “Apa yang anda lakukan di sini?”

pengujung: “Saya sedang liburan !”

Reporter : “Apakah anda menikmatinya?”

pengujung : “Ya, tentu. Saya menikmati setiap menitnya”

Kemudian reporter bertanya kepada wanita muda dengan pertanyaan yang sama jawabnya ….

Wanita : “Saya sedang bulan madu !”

Reporter : “Oh yesss, apakah anda menikmatinya ?”

Wanita : “Ya, saya menimati setiap inchinya”

Reporter: “?????”

MUI Jakarta Mengeluarkan Fatwa Baru

Setelah diadakan rapat dan diskusi diantara para pemimpin MUI dan dewan pakarnya, dan juga telah ditimbang berdasarkan ayat-ayat alquran dan hadis nabi yang terpercaya sahihnya maka MUI memberikan fatwa pada tanggal 3 oktober tahun 2003:

“HARAM HUKUMNYA BAGI SEORANG MUSLIM LAKI-LAKI UNTUK MENIKAH DENGAN GADIS SEKAMPUNG”

Fatwa MUI ini telah menimbulkan perdebatan yang sangat sengit antara yang pro dan kontra. Bahkan banyak pihak yang menyatakan bahwa MUI telah gegabah mengambil keputusan tersebut.

Untuk mencari tahu alasan MUI mengeluarkan fatwa tersebut, maka wartawan republika mewancarai sekretaris umum MUI Prof.Dr. Din syamsudin

Inilah isi wawancara tersebut:

Wartawan: “Pak syamsudin, bagaimana MUI bisa mengeluarkan fatwa haram untuk menikahi gadis sekampung?”

Prof.Dr.Din Syamsudin: “Bagaimana enggak haram, menikahi satu orang gadis aja berat, apalagi satu kampung, kan itu banyak jumlahnya…”

Adu Sombong

Ketika sedang mengarungi samudera atlantik, diceritakan 4 orang sedang bercakap-cakap di atas geladak kapal. Mereka adalah seorang dari Jepang, seorang dari Amerika, dan dua orang dari Indonesia.

Saat sedang asyik-asyiknya bercakap-cakap, tiba-tiba HP orang Amerika berbunyi. Setelah selesai bicara, HP itu pun lantas dibuangnya ke laut. Kontan saja orang Jepang dan orang Indonesia dibuat heran.

Orang Indonesia : kok sekali pakai HP nya langsung dibuang !

Orang Amerika : Oh, dinegeri saya murah harganya !

Orang Jepang tak mau kalah, ia mengeluarkan game watch nya, setelah asyik bermain-main, lantas ia pun membuangnya ke laut,

Orang Indonesia tambah heran : Woow, sekali main langsung dibuang !

Orang jepang : Soalnya di negeri saya sudah nggak aneh tuh !

Orang Indonesia bingung campur sebel. Tiba tiba ia menghampiri temannya lantas melemparkan ke laut.

Orang Amerika dan Jepang kaget seraya bertanya : Lho kenapa temanmu dibuang !

Orang Indonesia dengan kalem menjawab : Tenang aja, dinegeri saya masih banyak kok !

Orang Amerika & Jepang : ??????

Penasaran

Seorang lelaki masuk ke sebuah warung dan duduk di sebelah lelaki setengah mabuk yang sedang asyik memilin-milin sesuatu dengan ibu jari dan telunjuknya.

“Apa sih itu yang di tanganmu?”, tanya lelaki pertama penasaran.

“Entahlah, rupanya seperti plastik, tapi kalau dipegang rasanya seperti karet. Entah apa ini…..”, jawab lelaki kedua.

“Coba lihat”, kata lelaki pertama.

Lelaki kedua memperlihatkan apa yang ada di tangannya.

“Seperti plastik kan?. Coba pegang”, katanya.

Lelaki pertama menerimanya, mengamatinya dan kemudian memilin-milinnya di antara ibu jari dan telunjuknya.

“Iya, benar. Tampak seperti plastik, tapi kalau dipegang rasanya seperti karet. Benda apa ya ini?. Dari mana sih kamu mendapatkannya?”,

“Dari hidung…..”.

Gugup Pada Kencan Pertama

Agus yang cenderung pendiam sangat gugup menghadapi kencan pertamanya. Ia lalu bertanya kepada sahabatnya,

“Aku takut kalau nanti komunikasinya tidak lancar. Bagaimana sih cara menyiasatinya?”,

“Perempuan itu paling suka kalau diajak ngobrol soal keluarga, makanan dan hal-hal yang berbau filsafat. Coba deh, pasti kencanmu menyenangkan”, saran sahabatnya.

Agus pun dengan lebih percaya diri pergi berkencan.

Sayangnya begitu saling menanyakan apa kabar, keduanya langsung terdiam. Kebisuan terus berlanjut. Teringat saran sahabatnya, Agus bertanya teman kencannya,

“Kamu punya kakak?”,

“Tidak”.

Terdiam lagi.

Agus mencoba topik kedua,

“Kamu suka masakan Padang nggak?”.

“Nggak”.

Agus serasa mati kutu. Lalu ia teringat topik ketiga. Mencoba sesuatu yang filosofis, Agus bertanya,

“Seandainya kamu punya kakak, kira-kira ia suka masakan Padang nggak ya …?

Sahabat Baik

Seorang teman kantor telah beberapa kali memberitahu Bimo kalau istrinya berselingkuh dengan sahabat Bimo. Melihat Bimo seperti tidak percaya dengan omongannya, suatu hari si teman berkata,

“Bim, kamu pulang deh sekarang. Kamu pasti akan memergoki istrimu lagi bermesraan dengan sahabatmu”.

Bimo pun pulang untuk membuktikannya. Beberapa saat kemudian ia telah kembali dengan wajah lebih cerah, tampak lega.

“Bagaimana Bim?”, tanya temannya.

“Ngaco kamu. Dia bukan sahabatku. Kenal aja tidak, bahkan melihat pun baru tadi…..”.

Amrozy dan Ibunya

Alkisah…

Di dalam tahanan Polisi, Amrozi mendapat surat dari ibunya.

“Amrozi, sebentar lagi musim tanam jagung. Setelah kamu pergi, siapa yang akan membantu ibu mencangkul kebun di belakang rumah?”

Amrozi segera membalas,

“Ibu, jangan cangkul kebun di belakang rumah, sebab di situ tertanam bom yang saya sembunyikan.”

Satu hari sebelum surat itu sampai ke tangan ibunda, datang satu kompi Polisi penjinak bom. Mereka menggali seluruh lahan di kebun belakang rumah. Rupanya surat Amrozi sudah disensor oleh Polisi sebelum sampai ke tangan sang ibunda.

Sore harinya, para Polisi pulang ke markas dengan tangan hampa, tanpa menemukan satu pun bom. Beberapa

hari kemudian si ibu mengirim surat.

“Amrozi, satu hari sebelum suratmu sampai, datang satu kompi Polisi menggeledah setiap jengkal tanah kebun kita. Apa yang harus ibu lakukan?”

Amrozi membalas,

“Ibu tak usah khawatir. Ibu justru harus berterima kasih kepada para Polisi itu karena mereka sudah membantu ibu mencangkul kebun di belakang rumah”.

Kamus Bahasa Asing

Government bonds : sanak famili James Bond yang bekerja pada BUMN

Teleconversation : pembicaraan yang bertele-tele

4-wheel drive : kendaraan beroda empat

Brain storm : gegar otak

Duty-free : pengangguran

Marketing management : PD Pasar Jaya

Waterproof : pawang hujan

Walk-in interview : wawancara di jalan

Undercover police : polisi tidur

Golden handshake : mas kawin

General manager : ajudan jendral, biasanya berpangkat kopral

Parent company : perusahaan bapak gue

Background : halaman belakang rumah

Lip service : perawatan bibir

Understanding : jongkok

Natural gas : kentut

Outgoing personality : cablak, mulut ember, biang gosip

Outlook express : curi-curi pandang

Rush hour : jam yang kecepetan

Search and rescue : siapa cepat dia dapat

Self service : egois

In house training : olahraga di rumah, biasanya karena di luar hujan

Umbrella organization : pabrik payung

Ualk out : cari angin

Wall street : jalan buntu

Word processing : tel-mi

Yellow pages : kertas pembungkus belanjaan tukang sayur

Wall paper : gubuk berdinding kardus

Room boy : anak rumahan

Office boy : anak kantoran

Hand out : tangan keluar

French fries: orang Perancis yang sedang berjemur

Barber shop : toko/pedagang peralatan angkat berat

Black list : buronan Afrika

Brotherhood : saudaranya Robinhood

Hospitality : rumah sakit dengan perawatan teliti

Buloggate : satpam kantor bulog

Main reason : bermain kata

Export quality : TKI dan WTS

Si Jenius Joko

Bu Sri, seorang guru kelas satu SD, sangat kesal dengan seorang muridnya yang bernama Joko.

Bu Sri: “Joko, mengapa kamu tidak mau mengikuti pelajaran di kelas?”

Joko: “Saya anak cerdas, pelajaran kelas satu terlalu mudah untuk saya, bahkan saya dapat mengerjakan semua soal punya kakak saya yang dikelas tiga”

“Seharusnya saya ada dikelas tiga juga!”

Bu Sri merasa kesal. Ditariklah si Joko ini keruang Kepala Sekolah.

Ketika si Joko menunggu di depan ruang Kepala Sekolah, Bu Sri menjelaskan pada Pak Amir, si Kepala Sekolah, mengenai kelakuan muridnya yang bernama Joko ini.

Pak Amir kemudian ingin mengetahui seberapa pandai si Joko ini sehingga ia berkeinginan ditempatkan dikelas tiga, apabila ia tidak dapat menjawab test yang diberikan oleh Pak Amir, maka ia harus kembali sebagai murid kelas satu dan berkelakuan yang sepantasnya, atau apabila tidak menurut maka orang-tuanya harus dipanggil.

Bu Sri setuju.

Pak Amir: “Joko, berapa 3×3?”

Joko: “9”

Pak Amir: “Berapa 6×6?”

Joko: “36”

Kemudian Pak Amir memberikan test-test berikutnya sesuai dengan mata pelajaran kelas tiga SD dan semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan benar oleh sang genius Joko.

Pak Amir lalu berkata pada Bu Sri: “Saya rasa Joko dapat langsung dipindahkan ke kelas tiga”

Bu Sri: “Pak Amir, mohon tunda dahulu keputusan ini. Saya akan memberikan beberapa pertanyaan lagi pada Joko”

Pak Amir dan Joko setuju.

Bu Sri: “Joko, apa yang dimiliki sebanyak empat buah oleh seekor sapi sedangkan saya hanya punya dua?”

Dengan cepat Joko menjawab: “Kaki”

Bu Sri: “Apa yang ada dicelanamu tapi tak ada di celana saya?”

Joko: “Saku/kantong”

Bu Sri: “Coba tebak sebuah benda dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan huruf ‘C’ dan diakhiri huruf ‘T’, dimana benda tersebut ber-rambut, bulat, lonjong, dan mengandung cairan berwarna putih?”

Joko: “Coconut”

Kening Pak Amir berkerut dengan mata membelalak…..

Bu Sri: “Benda apa yang dimasukan dalam keadaan keras, kemudian memerah, dan dikeluarkan setelah lembek dan lengket?”

Joko: “Permen karet”

Bu Sri: “Apa yang dilakukan pria dalam kondisi berdiri, wanita dengan duduk, dan anjing dengan satu kaki diangkat?”

Joko: “Jabatan tangan”

Bu Sri: ” Sekarang saya akan bertanya mengenai ‘Siapa saya’, okay?”

Joko: “Ya, Bu Sri”

Bu Sri: “Anda memasukan tiang anda pada saya. Anda mengikat saya untuk membangkitkan saya. Saya basah sebelum anda basah. Siapa saya?”

Joko: “Tenda”

Bu Sri: “Sebuah jari memasuki saya. Anda menggerakan si jari tersebut. Pengantin pria adalah yang pertama melakukannya. Siapa saya?”

Joko: “Cincin Kawin”

Bu Sri: “Saya terdiri dari berbagai ukuran. Ketika saya sakit, cairan menetes. Siapa saya?”

Joko: “Hidung”

Bu Sri: “Saya mempunyai pentungan keras. Ujungku dapat menembus. Siapa saya?”

Joko: “Panah”

Bu Sri: Saya test anda dalam bahasa Inggris lagi. Sebutkan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ‘F’ dan diakhiri huruf ‘K’ yang dapat memberikan kenikmatan?”

Joko: “Firetruck”

Pak Amir langsung menyela Bu Sri supaya tidak menanyai Joko lebih lanjut sambil berkata: “Bu Sri, taruh Joko dikelas lima. Dia lebih pandai dari saya dimana jawaban saya untuk sepuluh pertanyaan terakhir tidak ada yang benar”

Insinyur, Dokter, Ahli Hukum, dan Akuntan

Seorang psikiater melakukan eksperimen kepada pasiennya yang merupakan kaum profesional. Pasien pertama seorang insinyur sipil. Ketika ditanya 2 ditambah 2, si insinyur langsung menghitung-hitung dengan rumusnya,

“Empat koma nol…”

Pasien kedua seorang dokter, dan ketika ditanyakan pertanyaan yang sama, dia menjawab,

“Menurut saya sih empat, tapi bisa saya diskusikan dengan dokter yang lain.”

Pasien ketiga seorang ahli hukum, ketika ditanya pertanyaan yang sama ia menjawab,

“Wah itu tergantung apa hasil sidang.”

Pasien terakhir seorang akuntan. Ketika ditanya 2 ditambah 2 dia dengan enteng menjawab,

“Anda mau saya buat berapa ?”

Semua Tentang T

“Tukang tempe tertantang tukang tahu” Tatkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah,

“Tempe-tempe”, teriaknya.

Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi,

“Tahu-tahu-tahu!”

“Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!”, timpal tukang tempe

Tukang tahu tidak terima,

“Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!”

Tukang tempe tertegun, terhenyak, “Teplakkk…!” tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tetapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe. Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut,

“Tidak takut!!!” tantang tukang tahu.

Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. Tukang tahu terjerembab

“Tolong…tolong…tolong…!”,teriaknya terdengar tinggi.

Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, “Tempe…tempe….tempe…!”

Masuk Penjara

Suatu hari 2 orang anak sedang mengobrol bersama di taman kota.

Mereka bernama Andi dan Susan

Susan: “Di,kenapa kamu murung?”

Andi: “Ayahku masuk penjara.”

Susan: “Kenapa?”

Andi: “Ayah memecahkan kaca jendela…”

Susan: “Hhhaahhh…memecahkan kaca jendela aja kok dipenjara?”

Andi: “Dia memecahkan jendela kapal selam.”

Susan: “Paannntttaasss….He…He…He…Konyol banget.”

Katak yang Lain

Dalam pelajaran biologi guru bertanya,

“Binatang apa yang dapat hidup di air dan di darat?”

“Katak Bu Guru!”, jawabnya lancar.

“Lalu apa lagi”, guru bertanya lagi.

“Katak-katak yang lain juga bisa bu!”, jawabnya tenang

Bulan Atau Matahari

Pada suatu hari tersebutlah dua orang mabuk yang sedang ngobrol bersama temannya yang juga sedang mabuk.

Mabuk 1 : “Mabuk 2, mau tanya nich …. sekarang siang apa malam,ya?”

Mabuk 2 : “Lihat aja di atas, bulan apa matahari.”

Mabuk 1 : “Saya pikir sich…..itu bulan…”

Mabuk 2 : “Bukan itu bukan bulan, tapi matahari…”

Mabuk 1 : “Ah Bulan…”

Mabuk 2 : “Ah Matahari…”

Mabuk 1 : “Gini aja dech…. kan kita lagi mabuk, jadi kita tanya aja nanti sama orang yang lewat, gimana?”

Mabuk 2 : “Oke, setuju!”

Tak lama kemudian, datanglah seorang pejalan kaki yang melintas di depan kedua orang mabuk tersebut.

Mabuk 1 : “Mas, numpang tanya nich, menurut Mas…di atas sana bulan apa matahari ya?”

Jawab pejalan kaki : “Eh… eh saya kurang tau ya,…saya orang baru di sini.”

Jangan Naik

Sebuah alat pengukur berat dan tinggi badan di pasang pada sebuah mall yang baru dibuka. Jika kita akan menggunakannya maka harus membeli koin khusus terlebih dahulu lalu memasukkannya ke lubang itu. Setelah pemakai ada di atas mesin tersebut maka mesin otomatis akan mengeluarkan suara berapa tinggi dan berat badan orang tersebut. Karena mesin tersebut masih baru sehingga yang akan memakainya harus rela antri di Mall yang baru buka itu.

Pada saat itu, seorang gadis cantik menggunakan mesin itu. Mesin bersuara:

“tinggi Anda 165 cm, berat anda 45 kg”, berakhir.

Lalu seorang Bapak naik, mesin bersuara lagi:” tinggi Anda 170 cm, berat Anda 60 kg”, berakhir.

Begitu seterusnya sampai tibalah giliran seorang gadis berumur kira-kira 18 tahun yang badannya sangat besar.

Dengan PD-nya gadis tersebut naik, dan mesin itu bersuara, dan sungguh diluar dugaan semua orang yang mendengar suara mesin saat itu tertawa terbahak-bahak dan si gadis tersebut menjadi marah.

Bagaimana tidak, soalnya mesin itu mengatakan pada si gadis tadi dengan suara,

“JAANGAAAN NAAAIIIKKK BERRRAMAAAI-RAMAAI!!!!”

Surat dari Teman Terbaik

Kepada: Teman baikku …

Kawan, dengan uang engkau dapat …

Membeli tempat tidur,

tapi tidak dapat membeli “tidur nyenyak”.

Membeli sebuah jam,

tapi tidak dapat membeli waktu.

Membeli sebuah buku,

tapi tidak dapat membeli pengetahuan.

Membeli posisi yang bagus dalam pekerjaan,

tapi tidak dapat membeli kehormatan.

Membeli obat-obatan,

tapi tidak dapat membeli kesehatan.

Membeli darah,

tapi tidak dapat membeli kehidupan.

Jadi uang bukanlah segalanya ….

Bahkan uang terkadang membuatmu merasa sakit dan menderita.

Aku memberitahukan hal ini kepada kalian semua, karena aku adalah temanmu, dan sebagai teman aku ingin menyingkirkan semua rasa sakit dan penderitaan yang engkau alami.

Jadi segera kirimkan semua uangmu kepadaku karena aku rela menderita untukmu.

Salam manis,

Temanmu yang terbaik

Bahasa Inggris Payah

Seorang supir asal Jawa menabrak sebuah mobil, saat pergi dengan boss-nya. Dengan terbata-bata si Sopir minta maaf kepada si boss yang orang Inggris:

“Sorry Sir, I brake brake, do not eat. After I Check, the wheel no flower again ” (maaf pak saya rem-rem nggak makan, setelah saya cek rodanya nggak ada kembangannya lagi)

Begitu si Boss mau ikutan ribut sama yg ditabrak, si supir tersebut berkata

“Don”t follow mix Sir! The bring that car if not wrong is the children fruit from manager moneys, he stupid doesn”t play! let know taste”

(Nggak usah ikut campur Pak, yang bawa mobil itu kalo nggak salah anak buah dari manajer keuangan, dia memang goblok bukan main, biar tahu rasa)

Besoknya si supir tidak masuk kerja, terus pas lusanya dia masuk si boss bule bertanya, “Why you”re not coming?” Jawab si supir,” I am sorry boss, my body is not delicious, my body taste like enter the wind” (maaf boss badan saya tidak enak, badan saya rasanya seperti masuk angin)

“I really don”t know what”s your point!” kata bossnya

“yes.. how yes?…. I am alone migrain Sir will how the speak , but yes already, how many-how many people Java can speak England”

(puyeng Pak mau bagaimana ngomongnya, tapi yo uwis lah.. piro-piro wong jowo iso ngomong Inggris..)

Tuhan dan Polisi

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya.Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan :

Kepada Yth

Tuhan

di Surga

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak

punya uang.

Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.Tuhan saya butuh uang Rp 20.000

utk beli obat

ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar

uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya.

Dari : Rio.

Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat

tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak

tega mengembalikan suratnya.

Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu

menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan

tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun

mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,-

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan

keterangan : ” Dari Tuhan di Surga ” dan menyerahkan ke anak buahnya

utk di kembalikan ke Rio. Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya

terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas

mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi :

“TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI,

KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-“

~ by secangkirkopipagi on August 4, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: