Tangis di Atas Tangis

men-crying

WAJAH-wajah sangar bertato dengan ekspresi kesombongan seorang jagoan, hampir memenuhi sebuah penjara di sudut ibukota negeri ini. Di sana ada pembunuh kelas kakap, pemerkosa, pemadat, pelaku sodomi, pencopet, dan mafioso.

 

Dengan jaket hitam dan rambut gondrongnya, jack berjalan menelusuri lorong-lorong penjara itu. Mengerikan, Bak seorang jagoan pula Jack berkaca mata hitam untuk menyeramkan raut mukannya dan memandangi satu per satu jagoan-jagoan di penjara itu.

”Siapa yang mau berantem, lawan saya!” kata Jack sambil memandangi satu per satu mata amarah mereka.

Tiba-tiba braaakkk! Pukulan dari belakang menghantam lambung Jack, membuatnya cukup meringis kesakitan. Tapi satu kali gerak, tangan napi itu sudah ditekuk dan dikunci oleh Jack sambil berteriak minta ampun. Jedak! Muka Jack kena hantam kaki telanjang. Dan yang ini lebih besar lagi. Dengan bersungut-sungut Jack harus meladeni mereka. Sambil meledek dengan tangannya, kalau perlu jangan satu, sepuluh pun hendak dilayani Jack.

Tiga orang maju bareng dengan jurus-jurus mautnya, dan tiba-tiba dengan dua gerakantiga kepalanya langsung berbenturan, dua di antaranya langsung tergolek.

Mereka yang menonton itu langsung bubar. Dan Jack dianggap sebagai jagoan baru di sana, dan dikira adalah salah satu di antara tahanan-tahanan itu pula.

Malam harinya, pukul 00.00 mereka dikumpulkan di suatu tempat yang remang-remang. Sosok yang tadi cukup garang tiba-tiba tampil dengan kelembutan dan kharisma luar biasa. Jack, muncul dengan jubah putih dan senyum yang mengembang bak rembulan.

Antara percaya dan tidak, mereka melihat sosok itu, adalah sosok garang yang mengalahkan jagoan-jagoan di penjara itu siang tadi.

”Saudara-saudara yang saya cintai. Lihatlah bintang-bintang dilangit, lihatlah betapa luas jagat semesta ini, betapa kecil kita di sini. Marilah kita renungkan bersama, kita dari mana, sekarang ini di mana, dan kita nanti mau kemana, untuk tujuan apa? Tanyakan pada diri kalian semua… Apa yang sesungguhnya kalian cari di dunia ini? Kebahagiaan? Baaah! Tak ada kebahagian di dunia ini! Dan kalian semua merasakannya, betapa kebahagiaan memang tak pernah Anda raih di dunia yang fana ini. Karena hakekatnya dunia ini tidak akan pernah mampu membuat kebahagiaan sejati. Di sini, di dunia ini hanya adakebajikan yang harus kita raih, kita perjuangkan, kita gapai, dan apapun atau sekecil apa pun kebajikan itu, sungguh itu sangat berarti bagi kehidupan kita nanti…..’’

Suasana mulai hening. Jack meneruskan kata-katanya penuh dengan nada berat dan berserak di tenggorokannya. Tiba-tiba keheningan itu dikejutkan oleh teriakan seorang yang bertubuh besar, bertato, dan berdempal. ”Kalian sudah dengar semua sahabat-sahabatku…! Saksikanlah mulai hari ini, kita hanya punya satu jagoan, satu idola, satu kedahsyatan…yaitu siapa lagi kalau bukannn… Allah…!

Orang itu adalah jagoan yang dipecundangi Jack siang tadi.. Kini berlari memeluk Jack sekuat tenaga sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.

”Apakah saya masih punya kesempatan, Bung!”

”Hasrat Anda untuk kembali, bertobat, dan berbakti adalah kesempatan itu sendiri. Lihatlah saya…lihatlah…”

tiba-tiba sigempal itu merebahkan diri lalu menangis menderu-deru seperti anak kecil.

©Anonim’2008

~ by secangkirkopipagi on August 8, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: