Selamat Tinggal Kenangan

akhirnyaAKHIRNYA, aku mampu melepaskan semua kenangan saat bersamanya.Semua tentangnya telah aku jadikan abu dan asap pekat.Kata dan kalimatnya, potret dirinya dan janji-janji manisnya kini telah hangus di telah embun subuh Ciemas.

Aku takkan lagi berharap tentangnya, tak lagi berkhayal akannya, takkan lagimenjadikan dia sebagai inspirasi membuat puisi. Dia telah pergi dan aku telah melupakannya kini, dan untuk selamanya sebagai seorang yang bertemu atas rasa hati.

Selamat tinggal semua tentangnya.

Akhirnya, aku telah menemukan dia, gadis pujaan yang secara serta merta Tuhan hadirkan tepat di depan batang hidungku.Dia, hanyalah seorang belia, namun dibalik kepolosannya ada jiwa ketegaran sebagai buah dari keadaan.

Aku ingin memilikinya, ingin memiliki ketegarannya.Aku ingin hidup dengannya atas ridha Tuhan di sana. Aku tak berharap lebih darinya, aku hanya ingin dia menjadi ibu bagi anak-anakku kelak.

Kini, aku tak bisa lagi berkhayal dapatkan seorang gadis pujaan yang penuh dengan segudang kriteria kesempurnaan. Yang bisa aku harapkan dan inginkan saat ini hanyalah seorang gadis biasa yang istimewa, yang cantik rupa dan ‘cantik’ pula akhlaknya.

Selamat datang Na? Selamat menjadi bagian hidupku. Aku hanyalah seorang biasa yang hanya bisa berucap, be old with me, the best thing has begin …

 

Maharaya Akbar
Ciemas_Sukabumi/30/03/07/05.30am

 

~ by secangkirkopipagi on August 9, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: