Internet Masuk Sekolah, Bahaya?

DEWASA ini arus informasi tak ubahnya air bah yang mengalir deras. Hampir tidak ada lagi sekat batas ruang dan waktu dalam mengakses informasi. Karenanya, setiap peristiwa yang terjadi di kutub utara, seketika juga dapat disaksikan di belahan kutub selatan.

Fenomena ini merupakan sebuah penemuan mutakhir abad ini. Salah satu ‘penyebab’ dari aksesible informasi kini adalah kehadiran jaringan internet atau International network. Melalui internetlah semua informasi bisa diakses tanpa batas. Tak lagi mengenal genre apalagi birokrasi yuridiksi, semuanya bebas akses.

Internet, diakui atau tidak telah memberikan dampak positif bagi peradaban manusia. Jaringan yang terkoneksi seluruh dunia itu mampu membuka cakrawala berfikir manusia kini. Manusia tak lagi terkungkung dalam lokalitas peristiwa.

Bahkan, sekarang ini, internet telah merambah lembaga-lembaga pendidikan, salah satunya sekolah, mulai dari tingkat dasar (SD), SMP, SMA dan sudah barang tentu perguruan tinggi. Keberadaannya di institusi pendidikan tersebut tentu saja memberikan manfaat besar, terlebih dalam aspek pemanfaatan informasi serta sebagai salah satu media pembelajaran dan pembentukan citra institusinya dimata masyarakat luas.

Selain itu, Internet masuk sekolah juga dapat mengubah paragdigma belajar yaitu belajar dari segala arah. Selama ini proses belajar di sekolah lebih banyak terpaku pada buku dan guru, namun dengan internet, siswa akan belajar dengan orang yang asing bagi mereka. Dengan mendapatkan informasi yang banyak, cepat dan murah, mereka berdiskusi dengan teman dan guru tentang informasi yang ia dapatkan dari internet.

Dengan internet siswa dapat mengakses dunia tanpa harus mengelilingi dunia. Karenanya, sudah selayaknya pihak pengelola sekolah memberi sentuhan teknologi berupa jaringan internet di sekolahnya. Hal tersebut sebagai wujud tanggungjawab sekolah dalam memasuki era globalisasi guna mempersiapkan siswa/SDM yang handal dalam menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat informasi saat ini.

Akan tetapi, kendati Internet berpotensi memberikan keuntung-keuntungan informatif, bagi warga sekolah, namun pemakaian Internet di sekolah hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefinisikan secara obyektif. Selain itu, kegiatan siswa saat menggunakan Internet harus dimonitor dengan baik.

Pasalnya, selain menghadirkan bergudang informasi yang aksesible, juga terkandung hal-hal yang tidak berguna bahkan berdampak negatif bagi penggunanya, dimana memungkinkan siswa melihat berbagai hal yang tidak pantas untuk dilihat ataupun dibaca, seperti situs porno serta informasi yang berbau violences atau kekerasan.

Sekolah pun tidak bisa menangkal keberadaan situs porno tersebut. Karenanya, kehadiran internet di sekolah selain memberikan manfaat juga menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan itu sendiri. Apalagi kalau mengaca pada data yang menyebutkan saat ini sedikitnya ada 1,3 miliar halaman situs porno yang tersedia lewat jaringan internet, yang sebagian besar bisa diakses dengan bebas.

Dengan demikian, kehadiran internet di sekolah terlebih di SD harus senantiasa diwaspadai oleh guru. Guru harus mampu meminimalisir dampak negatifnya dengan cara memberikan bimbingan yang tepat bagi siswa mengenai sisi positif dan sisi negatif dari penggunaan internet.

Guru pun harus mampu membangun kemampuan filter siswa agar jangan sampai internet menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Karena, walau bagaimanapun, teknologi bukan sesuatu yang harus ditolak karena alasan kekhawatiran tersebut. Memang semua teknologi itu mengkhawatirkan, tapi jangan sampai karena kekhawatiran, teknologi itu ditolak. Padahal teknologi tersebut memberi manfaat yang besar bagi pendidikan.

Adanya kekhawatiran tersebut dapat diatasi dengan penempatan komputer (setting room) yang tepat dan tidak privasi. Dengan konsep setting tempat yang terbuka tersebut diharapkan siswa tak akan ada kesempatan untuk mengakses situs porno. Yang lebih penting, sebelum internet dikenalkan pada siswa, pihak guru harus memahami secara mendalam sehingga tak salah langkah, karena siswa akan belajar banyak dari guru. Apalagi dalam usia di bangku sekolah dasar. Mereka tak akan tahu situs porno kalau tak ada yang memberitahu.

Selain itu, cara paling efektif yang bisa dilakukan sekolah untuk mengajarkan dan memanfaatkan internet kepada anak didik tanpa memberikan ekses negatif, yaitu dengan melakukan pendekatan sosial budaya, yakni sekolah memberikan tugas-tugas kreatif berbasis komputer kepada siswa, sehingga saat siswa berada di depan komputer, mereka akan sibuk mencari sesuatu di internet untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah tersebut sehingga pada akhirnya siswa tidak liar dan macam-macam saat menggunakan internet.

Namun, hal yang paling ampuh untuk membatasi keinginan anak mengakses situs porno adalah dengan pendidikan akhlak yang mengintegrasi dalam kepribadian siswa. Karenanya, orang tua harus turut andil memberikan pemahaman kepada anaknya. Orang tua perlu mengawasi anaknya dalam belajar.

firmantaqur’07

~ by secangkirkopipagi on August 14, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: