Begitu Seharusnya Bayi

JIKA memang dia inginkan, bayi dapat melesat terbang ke surga, saat ini juga. Bukan tanpa alasan, dia tak meninggalkan kita. Bayi teramat cinta merebahkan kepalanya di dada ibunya, dan ia juga tak tahan bila ia kehilangan tatap pandangan ibunya.

Bayi tahu seluruh makna kata bijaksana, kata yang hanya sedikit orang di bumi yang bisa memahami arti sebenar-benarnya.Bukan tanpa sebab, dia tak ingin bicara.Satu-satunya yang ingin ia pelajari adalah kata-kata ibunya, kata yang terucap dari bibir ibunya. Sebab itu, ia seakan tak tahu apa-apa.

Bayi punya setimbun emas dan mutiara, tapi dia datang ke bumi ini seperti pengemis kedana. Bukan tanpa karena, dia datang seperti menyaru. Pengemis kecil ini hanya berpura tak berdaya, agar bisa memohon kekayaan cinta ibunya. Di negeri kecil bulan sabit, bayi teramat bebas dari segala belenggu. Bukan tanpa apa-apa, dia pasrahkan kebebasannya.

Dia tahu, ada ruang bagi kegirangan tak habis-habis di sudut kecil hati ibu, dan terperangkap dalam dekapan lengan, jauh lebih manis dari kebebasan. Bayi sesungguhnya tak pernah tahu tangisan. Dia tinggal di negeri berlimpah kebahagiaan. Bukan tanpa dalih, dia mencucurkan air mata. Sebab dengan senyum di wajah ramahnya, dia memikat rasa kasih ibu padanya, dan tangis kecilnya menjalin dua ikatan: belas kasihan dan cinta.

Anonim’2008

~ by secangkirkopipagi on September 19, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: