Fungsi Media Pendidikan Tunjang Efektivitas KBM

KEGIATAN Belajar Mengajar (KBM) merupakan sebuah proses pesan atau informasi yang disampaikan oleh seorang tenaga pengajar atau pendidik (guru) kepada pihak yang diajar atau terdidik (murid). Menurut paradigma kajian Ilmu Komunikasi, proses KBM tersebut merupakan sebuah proses penyampaian pesan dari pihak komunikator (penyampai pesan/guru) kepada pihak komunikan (penerima pesan/murid).

Proses penyampaiaan pesan dari komunikator kepada komunikan tersebut akan dinilai efektif dan berhasil apabila terjadi efek serta timbal balik dari pihak penerima pesan. Dalam arti, pihak komunikan mengalami suatu perubahan dalam dirinya, baik secara konatif (perasaan), kognitif (pengetahuan) maupun behavior (tingkah laku).

Dewasa ini seiring perkembangan teknologi informasi, dalam proses komunikasi, proses penyampaian pesan, baik itu secara verbal maupun non verbal kerapkali meenggunakan media sebagai saluran pesan yang tujuannya agar proses transformasi informasi berjalan efektif dan berhasil.

Demikian pula dengan proses penyampaian informasi dalam suatu KBM. Penggunaan media dinilai memiliki tingkat efektivitas yang tinggi terhadap proses komunikasi ketimbang tanpa melibatkan media sebagai salurannya. Dalam KBM, penggunaan media dalam kegiatan penyampaian kegiatan penyampaian informasi dari pendidik/guru kepada terdidik/murid disebut sebagai media pendidikan, juga dapat dikatakan sebagai alat bantu proses KBM.

Penggunaan alat Bantu atau media pendidikan dalam suatu KBM, selain dapat meningkatkan proses penyampaian informasi dari pihak guru kepada murid, juga dapat membantu proses pembelajaran visual serta juga dapat membantu modalitas kinestetik. Dengan modalitas kinestetik tersebut, murid yang sangat kinestetik dapat memegang alat Bantu dan mendapatkan ‘rasa’ yang lebih baik dari ide yang disampaikan guru.

Secara terminologi, media pendidikan merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga dapat memberikan rangsangan bagi murid untuk melakukan proses belajar. Dengan demikian, keberadaan media dalam suatu aktivitas pendidikan seperti KBM mempunyai fungsi untuk menjelaskan penyajian suatu informasi serta untuk mengatasi keterbatasan dari informasi yang disampaikan tersebut, sehingga obyek yang terlalu besar, obyek yang terlalu kecil, atau obyek yang terlalu komplek, serta konsep yang terlalu luas dan peristiwa yang terjadi dimasa lalu dapat ditransformasikan kepada penerima pesan (murid) secara efektif.

Selain itu media pendidikan juga dapat berfungsi dalam memperjelas konsep; menimbulkan rangsangan belajar; meningkatkan minat belajar; memperbaiki persepsi murid terhadap suatu obyek atau informasi; mensimulasikan situasi yang sebenarya; menggambarkan hubungan antar konsep; menggantikan situasi yang berbahaya; serta mempersingkat waktu.

Sebagai sebuah media, maka sebuah perangkat keras (hardware) yang ada di sekitar lingkungan kehidupan dapat dijadikan medium sebagai media pendidikan, sebut saja Radio, Kaset audio, Transparasi OHP, Slide/Slide suara, Film strip, Video, Televisi, serta Komputer.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan media pendidikan dapat mempermudah murid untuk mempelajari suatu konsep atau materi yang disampaikan oleh guru. Di samping itu penggunaannya dapat memajukan motivasi siswa untuk kegiatan yang lebih instruksional, serta respon murid akan terasa lebih responsive karena mereka menerima informasi tersebut secara erbal dan visual.

Sebagaimana diketahui, penerimaan pesan atau informasi secara verbal dan visual akan lebih efektif ketimbang informasi yang diterima hanya dengan verbal saja atau visual saja. Karena, menurut sebuah konsep dalam teori komunikasi, proses atau kemampuan rata-rata manusia dalam hal mengingat memiliki perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan visual dan verbal serta gabungan keduanya.

Disebutkan, untuk proses penerimaan verbal yang hanya melibatkan verbal saja, kemampuan manusia dalam mengingat hanya sekitar 10%. Jika hanya melibatkan visual saja, ia hanya mampu mengingat sekitar 20%, sedangkan penerimaan suatu pesan atau informasi yang melibatkan unsure visual (penglihatan) dan verbal (perkataan), kemampuannya dalam mengingat mencapai 65%. Hal ini tentu menjadi acuan mengenai pentingnya penggunaan media dalam suatu proses transformasi informasi yang efektif dan berhasil.

Dengan demikian, penggunaan media pedidikan, dalam hal ini alat Bantu dalam kegiatan KBM mutlak perlu diterapkan jika merujuk pada kajian konseptual seperti disebutkan di atas. Hal ini dikarenakan, terdapat perbedaan akan efektifitas yang signifikan antara proses penyampaian informasi yang melibatkan media dengan yang tanpa media.

Dalam suatu proses KBM, alat Bantu atau media pendidikan dapat berupa alat peraga atau alat praktik. Alat praga yang digunakan dapat berupa gambar, modul atau replica dari benda sesungguhnya. Sedangkan alat praktik yang dapat digunakan bisa berupa alat olahraga, alat kesenian serta alat-alat keterampilan yang relevan dengan materi yang sedang disampaikan.

Selain alat Bantu tersebut sejumlah alat Bantu lainnya dapat digunakan sebagai medium dalam penyampaian informasi kepada murid. Salah satunya adalah pengaturan bangku. Cara pengaturan bangku ternyata memainkan peranan penting dalam pengorkestrasian belajar. Disebagian besar ruang kelas, bangku murid dapat disusun untuk mendukung tujuan belajar bagi pelajaran apapun yang diberikan. Dalam hal ini, guru memiliki kewenangan untuk menyuruh murid-muridnya untuk mengatur ulang bangku mereka untu memudahkan jenis interaksi yang diperlukan.

Contoh misalnya, untuk presentasi murid, pemberian materi guru, atau pemutaran materi lewat media Video atau OHP, bangku dapat diatur menghadap ke depan berjajar untuk membantu sudut fokus murid. Sementara untuk proses KBM semisal diskusi kelompok, atau praktik dengan menggunakan benda, bangku diputar sehingga saling berhdap-hadapan antar murid dalam suatu kelompok kecil.

Dengan posisi tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana fleksibilitas antara guru dengan murid atau antara sesama murid itu sendiri. Perubahan tempat duduk selama proses KBM tersebut, selain dapat menciptakan suasana belajar baru juga mampu mengubah lingkungan untuk memaksimalkan momen belajar murid.

Selain alat bantu di atas, sejumlah alat bantu lainnya juga dapat dijadikan media pendidikan. Sejumlah alat bantu tentu saja disesuaikan dengan materi atau pelajaran yang akan disampaikan. Misalnya untuk materi pelajaran ilmu pengetahuan alam, guru dapat melibatkan alat Bantu semisal peta berskala besar atau globe/bola dunia. Di samping itu sejumlah deretan gambar tata surya dengan warna-warna yang mencolok akan lebih menarik perhatian murid ketimbang hanya ulasan secara monologis dan tesktual semata. Karena, pada dasarnya penggunaan alat Bantu dalam proses KBM tersebut, selain untuk mencapai efektivitas penyampaian informasi juga bertujuan untuk menciptakan suasana baru yang relative lebih bervariatif dan menarik (tidak monoton).

Contoh lain penggunaan instrument musik dalam suatu proses KBM juga dapat menunjang efektivitas guru dalam menyampaikan pelajarannya kepada murid. Sejumlah pihak percaya, musik berpengaruh pada guru dan pelajar. Seorang guru dapat menggunakan musik untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental siswa dan mendukung lingkungan belajar. Musik juga memiliki kekuatan ‘magis’ untuk merangsang, meremajakan, dan memperkuat belajar, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Masih banyak alat bantu lainnya yang dapat dijadikan media pendidikan, semisal boneka untuk mewakili tokoh dalam sebuah karya sastra/seni, bola lampu plastic yang besar untuk menandakan dimulainya sesi brainstorming (curah pendapat), panah untuk secara visual menunjukkan “poin” yang dimaksud, serta kacamata besar untuk menunjukkan pengambilan perspektif berbeda.

Berbagai alat Bantu tersebut memiliki peran masing-masing dalam menunjang setiap informasi yang disampaikan guru terhadap murid. Oleh karena itu, perlu kirnya ditunjang oleh sikap kreativitas serta inovasi dari pelaku pendidik itu sendiri, sehingga ketika proses KBM berlangsung mampu mengorkestrasi suasana belajar yang kondusif, menarik, dan tentu saja efektif, di mana pesan atau informasi yang disampaikan, dapat dimengerti (kognitif), dipahami (konatif) serta diamalkan (behaviour) oleh para terdidiknya (murid).

@taqur’07

~ by secangkirkopipagi on September 19, 2008.

4 Responses to “Fungsi Media Pendidikan Tunjang Efektivitas KBM”

  1. trima kasih kang firman…. tulisane top markotop…

  2. sya baca dlu ya..leh kan???

  3. thank….
    semoga menjadi sebuah awal pembelajaran bagi saya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: