Be My … Be You …




Be My …

Kau adalah penghuluku di akhirat.  Ridhomu adalah keutamaan.  Sebab, padamulah aku dititipkan d
engan kalimat-Nya. Apa yang kau kehendaki? Sepanjang tidak untuk bermaksiat, akan berusaha kupenuhi.

Lantas, apalagi hendak kutanya? Dipundakku terpanggul beban untuk memperlakukanmu dengan ma’ruf.

Bawa aku kemana kau pergi.

Jadilah Musa bagi Fir’aun … aku akan setia mendampingi.

Jadilah Ayub bagi penyakitnya … aku akan menjadi istri yang sabar hati.

Jadilah Muhammad di antara kaum Quraisy … aku akan selalu di sisimu.

Jadilah semua yang kau mau dalam merengkuh ayat-Nya.  Aku akan bersamamu, menggandeng tanganmu, menggenggam erat jemarimu.

Be You …

Bila kau hidup dalam kebencian, bila kau hidup dengan nafsumu.  Saat dimana kau bersorak, saat dimana kau tertawa menikmati indahnya duniamu.  Tekukkanlah lututmu segera, rendahkanlah dirimu di atas  kemahakuasaan-Nya.

Merataplah dengan jiwamu, berkatalah nuranimu dengan air mata sucimu dengan keyakinan penuh harap.

Bahagiakanlah hidupmu dengan kebaikan.  Bahagiakanlah hati dan jiwamu dengan kesabaran saat hidup masih ada sisa.

Buatlah hidup menjadi mudah, dan bersungguh-sungguhlah di dalam mengisi kehidupan agar dapat menggenggam dunia.

Jadikanlah hari-harimu sebagai hari yang bahagia.  Setiap kenangan yang kau toreh harus menjadi yang terbaik.

Jangan jadikan hidupmu sia-sia.  Sedetik dari waktumu harus berarti. Senyumlah walau hati sedang sakit, karena itu dari yang kuasa.  Senyummu adalah kebahagiaan bagi setiap insan.


[NN]

~ by secangkirkopipagi on December 29, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: