Ali Syariati, Membebaskan!

ali-syariatiMembicarakan kisah sukses Revolusi Iran rasanya kurang afdol tanpa menyebut nama Ali Syariati. Berkat gagasan-gagasan cerdasnya yang cenderung liberal, generasi muda Iran mendapatkan pencerahan yang luar biasa.

Bahkan karena kelewat liberal dan keras, Syariati terkadang harus bermusuhan dengan kaum ulama, panutan masyarakat Iran. Kematiannya pun berakhir di ujung senjata.

Syariati memang khas. Sebagai generasi yang pernah mengenyam pendidikan Barat, cara berfikirnya pun banyak mengadopsi gagasan liberal. Namun begitu lelaki kelahiran Mazinan tahun 1933 ini, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ajaran Islam, Al Qur’an dan Hadist.

Kehadirannya dipanggung politik Iran ditengah totalitarianisme rezim Pahlevi, Syariati berhasil membongkar segala kebobrokan penguasa dan rakyatnya. Dengan prinsipnya yang kuat, Syariati dengan gencar menyebarluaskan ide-ide segarnya tentang perubahan.

Tidak jarang dia pun sering bertukar pikiran dengan kaum ulama tentang berbagai persoalan yang terjadi di negerinya. Perdebatan seru pun menjadi hal biasa bagi Syariati bilamana gagasan-gagasannya bertolak belakang dengan pemikiran para ulama. Sebagai seorang sosiolog dan guru yang kharismatik, Syariati mampu memberi semangat kaum muda Iran.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah dan atas di kota kelahirannya, Mashad, Ali Syariati kemudian meneruskan ke sekolah pendidikan guru. Sejak saat itulah perhatiannya terhadap kemiskinan dan masalah yang menghimpir masyarakatnya semakin besar. Dengan tekad keras dan kehidupan yang tak kalah kerasnya, Syriati muda berjuang untuk menjadi guru yang baik.

Kerasnya keinginan Syariati untuk maju, dia kemudian menereskan pendidikannya ke Universitas Sorbornne, Prancis, setelah menamatkan pendidikan gurunya. Ia mengaku mendapat banyak manfaat dari karya pemikir kenamaan macam Albert Camus, Jean Paul Sartre dan Louis Massignon. Tahun 1964, gelar Doktor Sosiologi berhasil diperolehnya.

Selepas itu dia pulang ke Iran untuk mengabdikan ilmunya. Tapi belum begitu lama hidup di negeri sendiri, Syariati ditangkap dengan tuduhan melakukan kegiatan politik selama belajar di Prancis. Untungnya penahanan itu tidak berlangsung lama. Syariati dibebaskan, dan mulailah dia menyebarkan gagasan-gagasan cerdasnya. Tahun 1965 ia dapat kembali mengajar di Universitas Mashad.

Dalam waktu singkat Syariati meraih kepopuleran di kalangan mahasiswa dari berbagai strata sosial di Iran. Ini berkat kemampuannya menjelaskan prinsip Islam dalam memandang problematika kalangan muslim. Selain mengajar, Syariati juga kerap berdiskusi dengan mahasiswanya. Sayangnya kedekatan Syariati dengan mahasiswa dianggap sebagai ancaman bagi negara. Atas dasar ini Pemerintah Iran kala itu melarang perkuliahannya.

Kini pengetahuan dan gagasan Syariati banyak diterbitkan ke berbagai bahasa, seperti Inggris, Jerman, Itali, Prancis, Spanyol dan Indonesia. Beberapa versi Inggris-nya yang populer adalah : “Man and Islam”, “Ye Brother, That’s The Way it Was”, “An Approach to Understanding of Islam” dan “Civilization and modernization”.

Syariati melanjutkan profesinya dan memperoleh karir cemerlang di Houssein-e-Ershad Religious Institute. Tidak hanya 6000 mahasiswa yang terdaftar tertarik pada ajarannya, tetapi juga ribuan orang lainnya dari berbagai latar belakang. Sayang pintu penjara tampaknya lebih dekat dengannya. Syariati kembali ditahan penguasa bersama beberpa pengikutnya. Namun 20 Maret 1975 ia kembali dibebaskan.

Meskipun bebas dari penjara, tapi Syariati telah kehilangan kebebasan berpikir dan berkarya. Semua gerak-geriknya diawasi SAVAK agen pemerintah Iran. Sadar akan situasi itu Syariati akhirnya hijrah ke Inggris untuk bisa membebaskan gagasan-gagasan cerdasnya. Namun SAVAK tidak mau bermain api dengan Syariati. Hanya dalam rentang 3 minggu di Inggris Syariati tewas setelah peluru SAVAk bersarang ditubuhnya.

Kematian Syariati hanyalah martil bagi pembebasan Iran dari cengkeraman penguasa. Meski hanya berumur 44 tahun, tapi kehadiran Syariati telah memberikan pancaran baru dalam kaidah-kaidah Islam dan pembebasan.

~ by secangkirkopipagi on January 11, 2009.

One Response to “Ali Syariati, Membebaskan!”

  1. Asslmualaikum. Pren, ada lg nggak tulisan2 yu tentang syariati???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: