Competition

439909273_e32f0addd5INDAH nikmati senja … bahwa rutinitas memanglah sebuah perjuangan dalam jalani rotasi hidup ini. Diri melihat ada banyak cita yang tercipta di senja ini. Namun, tak sedikit ada kecewa karena asa-asa itu dihempaskan keadaan dan persaingan … dan hidup adalah perjuangan dalam hadapi segala persaingan itu. Namun, jika atas nama rimba kita bersaing, maka singalah yang pasti di atas segala, dan penderitaan adalah kodrati bagi kaum tak berdaya lagi papa.

Kita berbeda dengan singa. Rimba itu wahana bagi para pemangsa, dan kita hidup pada dunia yang penuh cinta. Namun, kemana cinta itu kini berada ketika penindasan dan penjajahan atas diri adalah garansi untuk bisa berdiri di esok pagi.

Kini, kita memang pemangsa, pada semua yang diinginkan dan diidamkan kita rela menjadi derita bagi siapa saja yang mencoba halangi hasrat kita itu. Kita telah menjadi pemangsa di rimba yang katanya penuh cinta ini. Kita memangsa saudara, memangsa keluarga, memangsa kerabat, memang sobat, dan memangsa sahabat…

Cinta telah mati dan terkubur reruntuhan etika dan estetika, dan cinta tak sanggup lagi redam ambisi dan tampar keinginan. Meski ada dan tersisa, namun itu hanaylah cinta semu yang sarat rekayasa durjana.

Sekali lagi, kita telah menjadi pemangsa yang lebih cekat dari singa dan lebih rakus dari serigala …..

firman taqur

Karangtengah, 21 April 2004

17.00 WIB

~ by secangkirkopipagi on January 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: