Just Be Patient

dinihikayeSAAT segalanya begitu menyakitkan, aku hanya bisa berucap, “sabar”. Ketika semuanya terlihat begitu menyudutkan, aku hanya bisa berkata, “Ini cobaan,” Saat mereka begitu merendahkan, aku hanya bisa mendesis, “tunggu pembalasan,” Saat dia tampak begitu menyebalkan, aku hanya bisa mengucap, “Harus berakhir,”

Aku kini tak bermakna …. Manusia dalam penantian tak bertepi.Miris, seakan jiwa diiris dan sungguh menyesakkan.Aku menatap realitas, namun perlahan bias, aku melihat komunitas, namun sekejap lekas, aku menyaksikan aktivitas, namun serta merta pungkas.

Tapi, aku masih bersyukur … Aku masih dihormarti, mungkin! dan tak sedikit yang mencinta, juga mungkin! Ah, hidup laksana sebuah kemungkinan dari sekumpulan arisan ibu-ibu hedonis yang sedang menanti resah sebuah kemungkinan untuk segera mendapat giliran.

Aku seperti sedang berjalan pada dua bantalan rel yang tak pernah akan bertemu.Jauh … dan semakin jauh.Aku lupa membawa nurani, sehingga di jalan aku tak punya harga diri, aku tak ingin dimana aku simpan idiologi, sehingga di antara kawan aku tak punya konsepsi ….

Sungguh teramat sungguh, aku hanya bisa menghela nafas, sejenak menerawang, perlahan bias lantas gelap, aku terlelap…

Maharaya Akbar
Parkdago-Bandung/08/01/03/14.30pm

 

~ by secangkirkopipagi on January 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: