Kronis Kritis

emptiness1AKU didera penyakit kronis yang kritis, penyakit itu bernama kehampaan. Dalam ruang hampa tak ada udara, maka tak ada jiwa yang akan bersemayam di sana.

 

Itulah penyakitku, semakin kronis saja menggerogoti tubuh ini seperti waktu yang terus menggerus maya pada ini dengan rotasinya.

 

Jikalau ada obat yang bisa menyembuhkan penyakitku ini, akan aku tukar dengan harga diri, karean aku sunggguh tersiksa karenanya.Apalagi saat kambuh menyiksa diri, aku pun seperti buih yang dihempaskan gelombang, tak bermakna, hampa ….

 

Maharaya Akbar
Pabuci/27/04/06/01.20am

~ by secangkirkopipagi on January 28, 2009.

One Response to “Kronis Kritis”

  1. aq tak begitu paham dengan hampa, namun tak jua akrab dengan cahaya. hanya saja, sejauh yg aq tau…hampa maupun cahaya punya lengkung yg beda namun terasa sama dimana aq bisa nyaman melengkungkan raga ini tanpa harus tegak berbohong…aq menjadi diriq..
    terkadang biarpun aq berdiri dimana semuanya putih dan jelas,..aq tetap merasa ada sudut nyaman tertinggal di belakang sana, dimana aq bisa melihat semuanya secara holisme,dekat..sedekat helaan nafasq..
    aq rindu bermesraan dengan diriq sendiri,…di kehampaan sana.
    aku~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: