Chapter II

Jum’at Kelabu Di Kampus Biru

Pagi itu kita masih duduk bersila
Dihalaman parkir kampus UNISBA
Sama rasa sama suka berbagi duka

Pagi itu kita sedang ceria berkata
Berbagi cerita bertukar canda
Saling terbuka dan penuh gelak tawa

Tapi siapa sangka mau menduga
Sebuah prahara datang menggoda
Retakkan asa yang telah ada
Hancurkan cinta pandangan pertama

Taman Sari_Bandung
28 Agustus 1998
10.20 am

—————————————-

Rindu Ini

Galau ini terasa makin menyiksa diri
Merasuk jiwa menusuk sukma dan mendera raga
Aku resah …
Gundah diantara hati yang gelisah
Aku mencoba untuk biasa
Agar aku terbiasa
Tapi kenapa rasa rindu semakin memburu
Bergejolak dalam setiap relung kalbu
Aku bak terpidana yang terpenjara
Yang setia menghitung hari yang seakan enggan tuk’ pergi
Kenapa kau menyiksaku cinta
Kau perdaya aku dalam khayalan maya
Kenapa kau menyiksaku rindu
Kau cumbui aku dalam lamunan semu
Duhai waktu cepatlah berlalu
Duhai hari segera kau pergi
Aku rindu ingin bertemu

Pabuaran_Cianjur
20.30 pm
16 / 08 / 00

—————————————-

Resah

Malam ini aku mengingat sangat
Teringang merdu sapa bicara
Basah lembut nafas mendesah
Aku rindu adamu
Aku ingin bertemu segera
tapi jarak begitu jauh
Dan waktu sungguh berbeda
Sayang, terjagalah
temani aku temaram ini
Obati gundahku dengan hadirmu
Bangun sayang … bangunlah segera
aku ingin bersua
Meski hanya lewat angan
Tapi cukuplah sebagai penawar kerinduan

Pabuaran_Cianjur
02.00 am
12 / 12 / 01

—————————————-

Cintaku Padamu,
Kasihku Untuknya,

Aku mencintamu
dalam rinduku padanya
Aku merindunya
dalam cintaku padamu
Aku melihatmu
dalam binar dimatanya
Aku memimpinya
dalam lamunan tentangmu

Dago_Bandung
14. 30 pm
7/ 01 / 03

—————————————-

Cinta Dimana Berada !

Berkelana aku di dunia
Tiap sudut telah kujemput
Tiap sisi lelah kuhampiri
Aku mencari … dan terus mencari
Mencari sebuah makna bernama CINTA
Puluhan gadis aku kencani
Ratusan wanita aku dekati
Tapi cinta seolah ilusi
Bisa dimata tak bisa dirasa
Apalagi diajak bicara atau sekedar menyapa

Oh cinta, dimanakah dikau berada
Aku mencari pada setangkai bunga
Aku observasi dalam rangkaian kata
Aku telusuri diantara batangan coklat bertabur keju
Tapi cinta tetap maya
Aku lelah, aku letih sudah lesu
Putus asa sudah diujung cita
Oh cinta, dimanakah dikau singgah !

Terus aku mencari
Saat berjalan melunta diri
Aku menemukan cinta
Oh, ternyata cinta ada di BCA

DIVRE III_Bandung
14 Pebruari 2002
12.00 am

—————————————-

Penantian

Bocah kecil duduk dia terlentang
Menanti bapak tercinta pergi menyeberang
Deraikan tangis siang jelang petang
Namun bapaknya tak pun kunjung datang

Ibunya menghibur hati
Namun bocah kecil tidak peduli
Siang dan malam silih berganti
Bocah kecil setia menanti

Bapak tercinta akhirnya datang
Bocah kecil tertawa menyambut girang
Namun datangnya dalam keranda
Bocah kecil terdiam hilanglah suka

Ibunya menjerit mengguncang bumi
Suami tercinta datangnya mati
Bocah kecil bersedih hati
Bapaknya datang ingkari janji

Kaum_Cianjur
30 Maret 1995

—————————————-

Kekaguman

Aku mengagumimu dalam sebuah lamunan semu
Akankah itu berwujud menjadi nyata
Aku merindumu dalam buaian angan syahdu
Mungkinkah asa itu menjelma ada
Saat temaram merangkak hitam
Dan rembulan tampak menawan
Aku mengkhayalmu …

Indah … andai hadirmu ada segera
Anugerah … andai jemari ini bisa merasa
Aku menulis untukmu
Sebait puisi tentang hati
Untukmu … hanya untukmu satu
Karena aku mengagumimu

Pab_Cianjur
31 Januari 2003
21.45 pm

—————————————-

Arti Hadirmu Dalam Sepiku

Kau dicipta Illahi untuk menemani para penyendiri
Para pemuja kata yang mendewa makna satu basa
Kau memang hitam,
Tapi di hitammu aku melihat harapan
Secercah cahaya untuk lusa yang belum tercipta
Ada emosi yang menggelora
Dan sejumput keinginan dalam binar hitammu
Sungguh kau hitam …dan sangat hitam
Tapi hitammu adalah jiwa
Adalah inspirasi penggerak hati

Terkadang kau pahit … dan sungguh pahit terasa
Namun hidup telah mentasbihmu untuk manis
Maka tersenyumlah dengan manismu segera
Aku penyendiri
Bercumbu dalam sepi
Bersetubuh dengan sunyi
Menghujam diri dalam bait puisi
Mendera raga dengan cerita lewat kata
Saat kalut menerjang,
Tersentak .. mengguncang cita yang direka
Kau segera ada
Menamparku dengan manismu untuk kembali berdiri

Aku temukan arti di adamu
Aku rasakan makna di hadirmu
Jiwaku telah menyatu dalam hitam yang kau tampak dan manis yang kau cipta

sungguh … aku memujamu
Tapi kau bukan dewa
karena aku punya Dia
Aku hanya suka manismu dan jatuh cinta pada hitammu

Pab_Cianjur
18 Pebruari 2003
18.30 pm

—————————————-

Cinta Suci

Pada dinda cinta ini bukan hanya kata
Pandangi wujudnya
Nikmati makna yang terasa
Bukan sekedar penawar gundah
Agar resah segera berlalu
Karena cinta ini bukan janji semu
Aku cipta dari air jiwa
Terpahat menjadi satu prasasti hati
Yakinlah dinda
Cinta ini bukan hanya kata

Pab Cianjur
20 Pebruari 2003
23.00 pm

—————————————-

Bingung … Pusing … Kesal …

Bingung … Pusing … Kesal …
Hari ini benar-benar bingung
Esok akan sangat pusing
Lusa sepertinya akan kesal

Bingung … Pusing … Kesal …
Seribu sekarang tak ada arti
Harga barang membumbung tinggi
Ongkos naik tanpa kompromi
Biaya hidup melonjak tinggi

Bingung … Pusing … Kesal …
Inilah nasib menjadi rakyat
Rakyat kecil bernasib dekil
Rakyat yang lapar beralas tikar
Rakyat melarat kian sekarat

Bingung … Pusing … Kesal …
Rakyat bingung, hai aparat
Rakyat pusing, duhai pejabat
Rakyat kesal, wahai birokrat

Pab_Cianjur
12 Mei 1998

~ by secangkirkopipagi on February 3, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: