Chapter III

Bunda

Bunda,
Sembilan bulan aku dikandungmu
Dengan belaian sayang tak kenal waktu
Kau beri daku kasih curahan cinta
Membimbingku menggapai asa

Bunda,
Cinta yang kau semai sepanjang masa
Membentuk jiwa yang kian dewasa
Pengorbananmu tiada hingga
Tak terukur kilau emas permata

Pab_Cianjur
20 Juli 1999
20.30 pm

———————————————

Duhai Wanita

Kau dicipta sebagai permata
Penyejuk jiwa-jiwa resah
Meredam hati yang gundah
Kau ada dan semua bahagia
Arjuna begitu ksatria karena kau disisinya
Romeo sungguh jumawa karena hadirmu disana

duhai wanita,
Pembunuh segala angkara
Pembuluh nadi jiwa insani
Sungguh istimewa kau berada
Tebarkan syair kasih ke setiap relung hati
Hembuskan aura kesegala penjuru raya

Duhai wanita
Sungguh adamu begitu bermakna
Menghias nirwana yang maha segala
Mencipta jiwa dengan benih cinta

Pab_Cianjur
20 Januari 2004
18.20 pm

———————————————

Sendiri

Sendiri …
Aku sendiri
Kini aku sendiri
Sendiri demi seucap janji
Sendiri demi sebuah mimpi

Sendiri …
Aku sendiri
Sendiri dalam sunyi
Sendiri dalam sepi

Cihampelas_Bandung
20 September 1998
18.00 pm

———————————————

Hujan

Hujan telah turun kebumi
Jangan pernah kau caci
Janganlah kau maki
Karena hujan datangkan rizki

Petani bersuka cita
sawahnya bercanda berkubang tirta
Bunga mekar tersenyum ceria
Adalah hujan penyambung nyawa

Tapi hujan pertanda bencana
Memporakporanda merenggut jiwa
Tapi jangan salahkan Dia
Tanya diri ulah siapa

404 UNISBA_Bandung
05 Oktober 1998
07.01 am

———————————————

Kerinduan

Karenamu malam ini aku dilanda rindu
Pada kenangan yang tak pernah lekang oleh waktu
Setiap denganmu adalah kisah
Saat hadirmu adalah cerita
Segala tentangmu adalah roman
Kamu adalah inspirasi bagi imajiku
Adamu selalu membuat aku tak bisa mengatur aliran nafas kehidupan
Kamu memang istimewa dibalik kesederhanaan yang tercipta

Kita pernah satu rasa
Meskipun rasa itu tak penah bersatu nyata
Dan memang haruslah begitu adanya
Biar rasa itu menjadi abadi dalam setiap bait perjalanan
Aku tak tahu akan kemana kamu berlari
Sementara disini aku hanya menunggu sesuatu yang tak pasti
Akankah aku bergerak tuk’ mencari dirimu
Semua imaji tentangmu, segala mimpi akanmu
Haruskah aku jadikan nisan kenangan masa lalu

Kamu jauh, dan sangat jauh
Namun semakin jauh kamu berada,
Semakin kuat jemari ini ingin merasa hadirmu disisi perjalanan hidupku
Kini, entah dimana adamu
Aku hanya bisa membayang segala tentangmu dalam temaram kesunyian

Cikutra_Bandung
31 Agustus 2003
17.45 pm

———————————————

Abadi Rasa

Tak peduli kamu dengan siapa
Karena rasa ini akan tetap terpatri
Dalam sudut relung hati
Segala cita yang telah sirna
Segala bayang yang telah terbang
Biarlah kan kusemai dalam jiwa
Aku akan selalu merindu pada kenangan itu
Saat bintang jatuh menyaksikan rasa
Dan dinginnya udara subuh

Pab_Cianjur
03 Desember 2003
15.15 pm

———————————————

Pada Tanya

Malam ini aku terjaga
dengan sejuta asa penuhi raga
Pada diri aku bertanya ?
Bertanya tentang hidupku
Bertanya tentang nasibku
Bertanya tentang segala budi baikku
Tapi kenapa lidahku kaku tuk’ bertanya
Bertanya akan segala dosa-dosaku

Hidupku adalah perjuangan
Nasibku adalah tantangan
Kebaikanku adalah kebanggaan
Tapi bagaimana dengan segala dosa-dosaku
Akankah diri mampu bertanya
Tentang segala dosa hidupku

Pelesiran_Bandung
26 Januari 1999
07.50 am

———————————————

Rindu Masa

Aku merindu adamu dalam hening pagi sunyi
Terkenang saat sorot mata itu sanggup perdaya emosi
Teringat saat senyum manis itu mampu luruhkan ambisi
Terbata basa saat ucap setia itu yakinkan bimbang hati

Kau, dimana berada kini
Aku mengharap hadirmu disisi perjalanan hidupku
Namun aku tak sanggup meminta kembali rasa itu
Karena kesucian janji telah teringkari

Kau, dimana hatimu kini singgah
Dan dengan siapa kau habiskan hari menjelang mimpi
Saat jiwa yang pernah hiasi hari itu pergi
Aku hanya berangan bayangmu hampiri malam gundahku

Kini, temaram selalu berlalu tanpa roman cerita
Aku menjadi pertapa pada kesunyian jiwa
Berteman purnama diangkasa
Berdendang bersama bintang dari balik jendela

Pab_Cianjur
12 Desember 2003
20.54 pm

———————————————

Sunyi Sepi Sendiri

Pada sunyi aku berkata
Pada sepi aku berbasa
Pada sendiri aku bercerita

Pada sunyi aku tertawa
Pada sepi aku tersenyum
Pada sendiri aku menangis

Pada sunyi aku sendiri
Pada sepi aku sunyi
Pada sendiri aku sepi

Pelesiran_Bandung
19 April 1999
13.20 am

———————————————

Pulang

Aku pulang,
Cakrawala senja mendung seakan berkabung
Sinaran mentari enggan berseri berkemas pergi

Aku pulang,
Dalam perjalanan ke kampung halaman
Tuk’ bersua, bercerita dan meminta
Tak terasa akan usia
Hidupku kini didua kota
Kampung halaman adalah persinggahan cinta
Perantauan adalah pencarian asa

Aku pulang,
Dalam malam menuju temaram
Kumandang adzan sayup terdengar
Ingatkan batin tampar nurani
Bahwa hidup hanyalah sementara

Bis JS_Cipatat
18 Nopember 2000
18.30 pm

~ by secangkirkopipagi on February 3, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: