Chapter VI

Katanya

Katanya bunga simbol rindu
Maka aku petikan untukmu satu
Katanya coklat lambang sayang
Dan aku belikan kamu sebatang
Katanya basa wujud perhatian
Lalu aku persembahkan bait puisi kesetiaan

Tapi kenapa kamu tetap diam !

Pab_Cianjur
20 Januari 2004
18.02 pm
___________________

Dasar Iklan !

Setiap kali aku memandang
Sungguh angan selalu terbayang
Andai kau dapat kusentuh
Andai kau bisa kupeluk
Andai kau sedia kucium
Sayang, itu hanyalah angan
Karena kau hanya gambar yang terpampang dipapan iklan

SMUNSA_Cianjur
11.30 am
20 / 03 / 98
___________________

Terperdaya

Merona wajah saat kata bicara
Bait sayang begitu kentara bersuara
Sungguh jiwa terpesona

Keindahan hanyalah ini yang termulya
Syahdu dalam damai dihati
Syair kasih mengalur indah terkata
Melayangkan diri menembus imaji
Sungguh sukma terlena

kehangatan menyelimut raga
Aku terperdaya ….

Pab_Cianjur
20 Pebruari 2003
21.45 pm
___________________

Cinta, Inikah makna itu

Tubuhmu membiusku nafsu
Atas nama cinta aku menyetubuhimu
Kau ragu di antara cinta dan norma
Namun tanganku telah menjelajah auramu
Kau membadai dengan desah yang gelisah
Kau resah ….
Kau gundah …
Kau tak marah …
Kau hanya diam saat temaram itu menghujam
Kita tak bicara
Kau tanpa basa aku tak berkata
Mata indahmu meratapku harap
Aku seka air bening di kelopak itu
Malam itu, kau tampar berahiku

Pab_Cianjur
05 Mei 2003
08.10 am
___________________

Makanya Aku Bilang Juga Apa !

Makanya aku bilang juga apa
Celanamu jangan terlalu terbuka
Jadinya kamu diperkosa
Tapi suka sama suka waktu itu
Nah, itu salahmu
Habis kamu selalu mengumbar durja
Dan aku tinggal menunggu saja

Makanya aku bilang juga apa
Jalanmu itu terlalu menganga
Jadinya aku terpesona
Kamu bikin konak saja
Jangan salahkan aku kalau permatamu dicuri
Tapi permata itu sekarang murah harganya
Aku bisa beli dalam sekali transaksi
Nah, siapa salah kalau begitu

Ah, kamu
Bikin aku bingung saja
Saat itu kamu terlihat begitu lugu nan ayu
Eh, kemarin kamu bergumul penuh nafsu
Dasar durjana bermuka dua
Kamu setan atau manusia

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
13.20 pm
___________________

Sudah,
Diam Sajalah Jangan Banyak bicara

Aku pria perkasa
Penakluk kaum hawa
Kamu dicipta dari tulang rusuk tak lurus yang aku punya
Makanya kamu sudahlah diam jangan banyak bicara
Apalagi minta keadilan dalam mendapat bagian
Sudah diam jangan banyak berkoar
Kamu hanya boleh bicara, bila aku bertanya
Kamu hanya boleh berkata, bila aku bercerita
Selebihnya diam, yah

Kamu tak pantas untuk berusaha
Apalagi meminta hak yang sama
Diam saja di rumah
Tunggulah aku dari tempat kerja
Lantas sambut dengan gembira
Tanyakan apa ada resah dihariku
Apa ada gundah dihatiku
Selebihnya kamu cukup mendesah

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
12.45 pm
___________________

Wanita … wanita

Wanita … wanita …
Katanya kamu perhiasan dunia
Berarti satu makna dong dengan emas permata
Dan itu pasti mahal harganya
Tapi kemarin aku beli kamu seratus ribu saja
Bahkan tetanggaku bicara cukup dua puluh ribu satu gaya

Wanita … wanita …
Emas permata itu kamu buang kemana !

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
14.00 pm
___________________

Aduh, Mana Tahan

Pinggul digoyang … dada bergetar
Tubuhmu melepuh dalam irama mendayu
Sungguh aduhai kamu di remang itu
Aroma merebak gelora nafsu menggebu
Kamu mendesah bibirmu basah
Para penikmat terjaga tak sanggup bicara
Wah, kamu hebat bergerak … eh kok merangkak
Jadinya para durjana ngakak … terbahak-bahak

Huh, bau nafas setan dan asap keiblisan
Pinggul digoyang … gairah meradang
dada bergetar … hasrat menggelepar
Remang-remang lantai neraka
Kamu iblis, kamu sungguh menggoda

Lho, kenapa bajumu dibuka
Pinggul digoyang, dada bergetar
Aduh, mana tahan …jahanam

Pab_Cianjur
27 Mei 2003
14.30 pm
___________________

Juwita Malam, Aku Mencintaimu

Juwita malam,
Aku datang ini bukan untuk membeli itu
Aku hanya ingin menyatakan cinta padamu
Maukah kamu menjadi kekasihku!
Aku yakin cinta itu masih ada dihatimu
Tunjukkan tak usah sungkan
Biarkan aku menjadi bara bagi cinta padammu
Tak mengapa tubuh indahmu itu untuk siapa
Aku hanya ingin mencintaimu

Juwita malam,
Mentari sepertinya akan menjelang
Berkemaslah segera untuk pulang
Aku menunggumu di sini, di taman ketulusan
Besok malam sebelum kamu berkencan
berilah aku jawaban

Pab_Cianjur
24 Juni 2003
12.30 pm
___________________

Perempuan Penari

Kau gemulai sungguh aduhai
Pancarkan rona tebarkan aura
Terpana, jiwa terpesona
Dalam keanggunan gerak berirama
Meliuk dibalik bayang siluet senja
Melambai selendang itu
Melingkar jemari lentikmu
Syair syahdu menyulut kalbu
Kau perempuan penari
Memandang itu inspirasi

Pab_Cianjur
9 Juli 2003
8.15 am

~ by secangkirkopipagi on February 3, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: