Anakku ……………

MENATAPNYA saat ia tertidur lelap seakan menelusuri jejak langkah hidup.

sleepy in peacy
Menatapnya saat ia tersenyum, batinku tergerak tekad, aku ingin senyum itu hadir di setiap pagi menjelang.

smiley angely
Menatapnya dikala menangis tak berkesudah, dayaku berupaya agar tangis itu segera sirna lantas berganti tawa ceria.

dont cy sonny come to pappy

Anakku buah hatiku … mengingatmu terkadang aku takut, kontrakmu dengan Nya di Lauhulmahfud sana saat usiamu beranjak 4 bulan di perut ibu hanya sebentar bersamaku di dunia ini.

Tapi aku sadar, kau bukan milikku, kau punya Dia, punya Dzat yang penuh dengan segala ke-maha-an. Mengharapmu untuk kekal bersamaku adalah sebuah kemuskilan, karena suatu saat nanti kau akan pergi dan takkan pernah kembali. Jika masa itu tiba, yang tersisa hanyalah cerita.
Anakku permata hatiku …. Sungguh aku takut jika masa itu tiba. Namun aku takkan diam karenanya. Saat kau bersamaku kini, akan aku buat hidupmu hanya mengenal bahagia, kendati sesekali akan aku perkenalkan kau dengan rasa sakit dan penderitaan agar kau dapat menghargai arti kebahagiaan.
Anakku kekasih hatiku … penunjuk arah dikala jalanku salah, penampar gairah dikala langkahku mulai goyah. Sungguh aku harus menjagamu, mempertahankan ketauhidan itu dari kebohongan dan tipu daya dunia, agar aku selamat dari hari perhitungan kelak.
Anakku pelita hatiku … hidup luruslah selalu, jangan terperdaya fatamorgana dunia, jangan tertipu kenikmatan semu. Dunia yang kau pijak sekarang laksana bangkai, dan siapa yang memperebutkannya sama saja memperebutkan bangkai. Jangan kau tertarik dengan bangkai anakku, cukup orang-orang yang tergadai hatinya saja yang melakukannya.
Anakku pujangga hatiku … jika ternyata aku yang harus pergi meninggalkanmu, jangan bersedih, jangan takut apalagi kalut. Kau punya Dia, dan Dia punya sepasukan malaikat yang senantiasa terjaga untuk melindungimu setiap waktu.
Anakku malaikat kecilku… pesanku untukmu, hati-hati melangkah, berjalanlah dengan nurani, pandanglah dunia lewat jendela hati. Taklukkanlah kecongkakan dunia dengan senyum manismu itu. Yakinilah anakku, bahwa Tuhan menciptamu untuk menjadi seorang yang berarti.

Maharaya Akbar

Pabuci/05/05/09/02.15am

~ by secangkirkopipagi on May 10, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: