Lasmini, Oh Nasibmu … !

INI tentang drama anak manusia yang begitu mengharukan rasa bagi yang mendengar dan menyesak dada bagi yang mengalaminya.   Namanya Lasmini, atau setidaknya panggilah dia Lasmi, usianya sudah kepala empat, tanggal lahirnya tidak tahu, tapi kalau ditaksir umurnya sekitar 42 atau 43 tahun.

Nasib manusia tak ada seorang pun yang tahu, pun halnya dengan Lasmi.   Ibu satu anak yang tinggal di kawasan Cikidang Cianjur ini tak pernah mengharap bahwa suratan nasib begitu memilukan.  Sebuah penuturan kisah hidup yang spontan, lugas, lugu, dan apa adanya.

Meskipun masih diselingi derai tawa dalam menuturkan kisahnya, namun sorot matanya tak mampu menyembunyikan kegetiran dan kepedihan dalam mengarungi kerasnya hidup. Campur aduk emosi, antara kerinduan dan kebencian, antara pengharapan dan ketidakpastian.

Lasmi, perempuan paruh baya ini tak pernah membayangkan sebelumnya, bahwa garis nasib telah mentasbihnya untuk hidup dalam sebuah ketidakpastian yang berkepanjangan. Ia dan anak satu-satunya harus hidup dalam sebuah penghianatan sang suami yang pergi meninggalkan tanggung jawabnya 4 tahun silam.

Kenapa pergi ? Lasmi pun dengan lugas merangkai kisahnya. Sebuah roman tentang bahtera rumah tangga yang diawali dengan pondasi kebohongan. Kebohongan memang pangkal kehancuran, dan Jaka (bukan nama sebenarnya), suami Lasmi itu rela berbohong bertahun-tahun demi memuluskan niatnya untuk mempersunting dirinya yang perawan dengan predikat seorang perjaka tulen 16 tahun silam. Mereka pun lantas berikrar setia di hadapan penghulu, dan hidup bersama dalam bahtera rumah tangga yang sederhana.

Rupanya Jaka tak pernah paham sama pepatah “Serapi-rapinya menyembunyikan bangkai, suatu saat pasti baunya akan tercium juga”. Dan bangkai yang dikuburnya selama 12 tahun itu akhirnya tercium juga busuknya oleh Lasmi istrinya. Jaka ternyata sudah beranak istri, dan peristiwa itu sungguh menyesak batin Lasmi, apalagi ketika seorang wanita paruh baya bersama dua orang anak laki-laki di tahun 2000 melabrak dirinya di siang bolong. Menuduhnya sebagai wanita penganggu rumah tangga, wanita penggoda, dan perebut suami orang.

Lasmi pun membatin, pengorbanan serta ketulusan cintaya kepada Jaka ternyata dikhianati oleh sebuah kebohongan yang terencana. Amarah bercampur kecewa berkecamuk dan beraduk dalam batinnya. Sikap dan tutur kata Jaka yang santun dan cenderung jarang marah padanya rupanya sebatas akal bulus semata.

Lasmi menangis sejadi-jadinya, logikanya belum bisa menerima, Jaka yang begitu baik ternyata tega membohongi dirinya selama bertahun-tahun. Namun Lasmi sadar tangisan tak akan membuat masalah menjadi usai, oleh karena itu hanya satu yang ada dibenak Lasmi dalam menghadapi kenyataan itu; sebuah penjelasan.

Namun rupanya Jaka seorang suami pengecut, bukannya menyelesaikan persoalan, dia malah kabur entah kemana, tanpa pamit, tanpa titip. Lasmi, perempuan asal Jepara ini asalnya tidak begitu yakin suaminya tega berbuat demikian, namun melihat sikap Jaka yang lari dari tanggung jawab, dirinya kini yakin betul bahwa laki-laki yang setiap malam tidur disampingnya dan memberikan anak baginya tak lebih dari seorang pembohong besar yang pengecut.

Namun apa mau di kata, Lasmi hanya pasrah melepas “kepergian” suaminya hingga saat ini. Waktu pun belalu, pengkhianatan, amarah, dan dendam disikapinya dengan bekerja sekuat daya guna menghidupi anak satu-satunya. Berperan ganda sebagai ibu sekaligus ayah bagi anaknya, perempuan mandiri yang merantau ke Cianjur 20 tahun silam ini tetap tegar menghadapi hidup, meskipun hidupnya kini dengan status tidak pasti.

Dan kapankah ketidakpastian itu akan berubah menjadi kepastian, Lasmi hanya tersenyum; getir

@cikidang’04

~ by secangkirkopipagi on April 15, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: