Time Is (Almost) Over!

Oleh : Firman Taqur

KEMATIAN! Itulah agenda pikiranku saat ini, selalu terlupakan dan tersisihkan agenda-agenda kehidupan. Padahal kematian akan selalu menjadi bagian dari semua makhluk bernyawa di alam fana ini. Hanya kapan dan dimana tak ada seorang pun yang bisa menjawabnya. Karena memang kematian adalah misteri yang akan ditemukan jawabnya saat kematian itu datang menjemput diri.

Aku pun menekuri, suatu saat nanti, ketika tubuh ini terbujur kaku berbalut kain kafan, ditangisi sanak saudara, kerabat dan orang-orang terdekat. Setelah selesai di sholati, dipikulnya tubuh ini guna diantarkan ke istana peristirahatan.

Istana yang bukan terbuat dari porselin dan onix ataupun keramik. Bukan pula istana di atas tanah subur yang makmur, atau yang terapung di atas danau yang airnya sebening kaca. Namun sebuah istana perapuhan di bawah tanah, istana yang sempit lagi gelap gulita.

Saat itu aku hanya diam membisu ketika sanak saudara, kerabat, teman dekat, istri, dan anak-anakku menimbuni tubuh ini dengan tanah, lantas di injak-injaknya dengan keras hingga gelap menyelimuti.

Setelah selesai, ditinggalkannya sendirian tubuh ini di antara batu nisan dan timbunan tanah. Maka aku pun kembali pada hakekat sesungguhnya; sendiri dan sunyi. Seiring berlalunya waktu, eksistensiku pun dilupakan.

Itulah kematian. Akhir sebuah perjalanan hidup. Setiap insan yang bernafas pasti akan melewati gerbang kematian, melalui sang malakul maut yang setiap saat akan menjemput.

Kedatangan maut, saat jiwa terlepas dari raga, saat suara jantung tak lagi berdetak, saat darah tak lagi mengalir di antara urat nadi, saat itulah akan terkuak tabir yang selama ini menutupi dan telah menjadi tipuan selama menjalani romantika kehidupan di alam maya pada ini.

Kematian adalah jawaban dari pertanyaan, betapa fana dan semunya segala kenikmatan di dunia ini. Maut akhirnya memisahkan diri dari harta benda, tahta serta keluarga tercinta.

Saat kematian itu tiba, empat malaikat datang mengetuk pintu rumah. Tak ada seorang atau sesuatu pun yang mampu menahannya. Kita hanya bisa pasrah saat malaikat pertama menarik nyawa dari kaki kanan, malaikat kedua menarik nyawa dari kaki kiri, malaikat ketiga menarik nyawa dari tangan kanan, dan malaikat keempat menarik nyawa dari tangan kiri.

Setelah itu jiwa kita pun terbang meninggalkan kehidupan di dunia ini, meninggalkan apa yang kita punya, meninggalkan rencana-rencana yang masih berupa agenda, meninggalkan kisah dan kenangan indah bersama keluarga dan sanak saudara.

Maka terbayang saat keadaan itu tiba pada giliranku. Entah esok, entak lusa, entah nanti, entah satu menit lagi. Tak peduli diri ini sedang apa, sedang berjalan, sedang duduk, sedang bersujud, sedang tafakur maupun sedang mendengkur.

Jika maut telah datang menjemput, bila saat itu tiba, maka tiadalah berguna segala yang aku punya, harta benda, sanak saudara, dan keluarga tercinta, itu semua hanya akan menjadi nisan kenangan.

Aku merenungi diri dan ragu bertanya pada hati, siapkah diri menghadapi mati? Siapkah raga terbujur dalam gulita? Siapkah aku menyambut sang malakul maut yang suatu hari nanti akan mencabut segala kenikmatan yang fana ini?

Hidup hanyalah perjalanan menuju keabadian, dan kematian adalah pintu gerbangnya. Saat segalanya sudah di ujung tenggorokan, sungguh, siapkah aku mempertangungjawabkan segala apa yang telah diperbuat dan lakukan? Segala amanah dan titipan dari sang Maha; usia, anak, harta, dan segala yang aku miliki di dunia akan diminta pertanggungjawaban oleh-Nya.

Ketika aku sudah berkalang tanah, hanya kegelapan yang akan menemani raga ini sampai tiba saat sangkakala bersuara. Saat itu, hanya amalan yang bisa menjadi pelita dalam gulitanya tanah. Hanya budi baik yang akan melapangkan sempitnya alam penantianku itu.

Aku pun kembali merenungi diri, teringat akan segala yang telah terjadi pada perjalanan hidup ini. Kematian, kapankah itu mengetuk pintu rumahku?

Leles Girang’ 2013.

~ by secangkirkopipagi on April 19, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: