Demokrasi yang Crazy

KITA mengenal bermacam istilah demokrasi, ada yang dinamakan Demokrasi Konstitusional, Demokrasi Parlemen, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila, Demokrasi Rakyat, Demokrasi Soviet, Demokrasi Nasional, dan jenis demokrasi lainnya.  Namun, semua konsep tersebut pada hakekatnya adalah demokrasi, yang menurut asal kata berarti “Rakyat yang berkuasa” atau “Goverment or rule by the people”.

Kalau kita tengok ide dasar dari idiologi tersebut, demokrasi adalah sebuah konsep yang dinamakan The Four Freedom (empat kebebasan-red), antara lain, kebebasan berpendapat; kebebasan berperilaku; kebebasan memiliki dan kebebasan berkehendak.

Jadi, kalau mengacu pada idiologi ini, setiap perbuatan manusia pada dasarnya adalah terserah kepada manusia itu sendiri. Jadi, tidak boleh ada yang melarangnya, baik oleh keluarganya, tetangganya, bahkan oleh negara sekalipun.

Oleh karena itu, ketika Julia Perez nyalon jadi cawabup tentu tidak ada yang boleh melarangnya karena di alam demokrasi ini semua orang bebas berbuat sesuatu.

Apakah ini sesuai dengan yang diinginkan oleh Sang Pencipta? Tentu tidak. Allah menurunkan aturan kepada manusia untuk membimbing manusia agar berjalan di atas muka bumi sebagai Khalifahnya.

Tentu Dia-pun menurunkan aturan yang dibuat untuk dilaksanakan oleh manusia. Aturan aturan itu diturunkan melalui rasul-Nya, Nabi Muhammad Saw. berupa Al Quran dan As Sunnah.

Lantas, benarkah sistem demokrasi itu merupakan satu-satunya sistem ketatanegaraan yang “best of the best”, dan sangat konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai hak azasi kemanusiaan !.

Simak Amerika, yang nota bene sebagai “Master of Democracy”. Dalam perjalanan bernegaranya ternyata telah banyak melanggar aturan demokrasinya sendiri.  Mengenai kebebasan pers misalnya, media massa di Amerika tak lagi bisa leluasa berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya.

Khususnya mengenai kebijakan-kebijakan politik negara, pers di Amerika harus memberitakan informasi-informasi yang sejalan dengan kebijakan politik pemerintah, khususnya kebijakan-kebijakan politik luar negeri Amerika.

Sekarang ini pemerintah Amerika telah menjadikan pers sebagai alat propaganda absolut, melalui pers, Gedung Putih melakukan perang opini kepada masyarakat dunia.

Disamping itu Amerika terlalu jauh campur tangan terhadap kedaulatan negara lain, dengan mengusung dogma demokrasi, negara-negara lain kerap dipaksa untuk menerapkan sistem tersebut dalam kehidupan bernegaranya, kalau menolak, tentunya akan dilibas.

Dengan lencana polisi dunia yang disematkan sendiri, Amerika seolah memiliki legimasi absolut untuk turut membantu (baca: ikut campur) urusan dalam negeri suatu negara, apalagi ketika negara tersebut sedang mengalami konflik atau peperangan antar kepentingan.

Alih-alih turut membantu mengatasi pemecahan malah justru ikut memperkeruh keadaan dengan politik standar gandanya.  Apalagi ketika “suara” yang berlabel Islam memegang kendali dan mendominasi kekuasaan, maka Amerika menjadi gerah sekaligus ketakutan.

Sehingga berbagai cara dan tipu muslihat dilakukan untuk menggagalkan munculnya kekuatan Islam tersebut.  Tahun 1991 misalnya, Barat melalui skenario konspirasi global mengacaukan pemilu di Aljazair yang waktu itu dimenangkan oleh Partai FIS (Islamic Salvation Front), dengan alasan adanya kecurangan maka pemilu dianulir dan diadakan pemilu kembali.

Namun lagi-lagi FIS memenangkan suara, hal ini tentu membuat Barat mati langkah, maka dibuatlah skenario untuk membenturkan pemerintah Aljazair melalui junta militernya dengan FIS. Hasilnya, tak kurang 5000 orang pendukung FIS dibantai habis oleh junta militer Aljazair tersebut.  Sebuah konspirasi global Barat yang sungguh bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi serta kemanusiaan.

Di Turki, pimpinan Partai Refah, Najmuddin Erbakan, secara licik digulingkan dari kursi Perdana Menteri yang hanya dinikmatinya selama enam bulan saja karena dia dituduh membahayakan sekulerisme yang menjadi idiologi bagi negara setengah asia setengah eropa itu.

Selain itu, di negara yang konon rencananya akan dijadikan Khilafah Islamiyah pertama di dunia, yakni Afganistan, hanya dengan hitungan minggu pemerintahan Taliban digulingkan Amerika lantas diganti dengan pemerintahan demokrasi barbie ala paman sam.

Dan terakhir masih hangat dalam ingatan kita, negeri 1001 malam, Irak, sebuah negara yang dipimpin oleh seorang diktator coba untuk dipaksakan menjadi sebuah negara demokratis modern di tengah sistem monarki timur tengah.

Bahkan kini Amerika tengah membidik sasaran selanjutnya, sebutlah Iran dan atau Suriah, tentunya dengan alasan yang sudah sangat usang dan sungguh klise, kepemlilikan senjata pemusnah massal atau nuklir.

Peristiwa demi peristiwa yang berkaitan dengan demokrasi tersebut tentunya menimbulkan sebuah pertanyaan besar dalam benak kita, kenapa Barat yang di nahkodai Amerika begitu menggebu untuk menerapkan demokrasi di dunia?.

Sebuah temuan besar mengungkapkan Barat mencoba membungkus sekulerisme dalam demokrasinya, dan sebagian negara tidak menyadari akan hal itu sehingga terjebak di dalamnya.

Turki adalah korban nyata dari sebuah konspirasi sekulerisme barat melalui tangan seorang oportunis sejati Musthapa Kemal Pahsya, pun dengan negara-negara di kawasan benua afrika,  Ini agaknya yang patut di waspadai oleh bangsa kita yang baru belajar untuk menjadi sebuah konstitusi yang demokrat.

Jika memang demokrasi mampu menjalankan rotasi bangsa ini, mampukah kita memilah antara demokrasi dengan sekulerisme, karena jika tidak sanggup memisahkan  keduanya, maka bersiaplah untuk menjadi bangsa yang sekuler.

taqur’10

~ by secangkirkopipagi on April 21, 2010.

2 Responses to “Demokrasi yang Crazy”

  1. jiaaah demokrasi hanya alat buat amerika untuk menjajah negara lain …….

  2. dmkrasi itu sistem yg paling humanis tao …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: