Ditolak Sekolah Karena Cacat

Oleh : Firman Taqur

JAENUDIN (10), anak pasangan Nurhayati (28) dan Dudun (30) terpaksa harus memendam keinginan kuatnya untuk bersekolah. Berulang kali ibunya, Nurhayati (28) mencoba memasukkannya ke sekolah, namun selalu ditolak.

“Mungkin karena anak saya cacat sehingga sekolah tidak bersedia menerimanya,” tutur ibunya, Nurhayati saat ditemui di rumahnya di Kampung Tabrik II RT 01/03, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Selasa (31/01).

 


Penolakan dari sekolah tersebut, diakui Yati, sejak dirinya hendak memasukkan anak keduanya itu ke sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) yang berjarak tidak jauh dari rumahnya. Tidak ada alasan yang jelas dari pihak TK tersebut yang menolak anaknya, Jae untuk bersekolah.

Namun, keterbatasan fisik Jae diyakini Yati sebagai penyebabnya. “Anak saya memang cacat, tidak punya tangan kiri dan tangan kanannya tumbuh tidak sempurna, tapi dia sangat ingin sekolah,” ucapnya.

Yati pun mengaku, penolakan berlanjut saat ia hendak memasukkan anak kesayangannya itu ke jenjang sekolah dasar. Lagi-lagi, sejumlah sekolah tidak bersedia menerima Jae sebagai salahsatu siswanya.

Padahal, diakui Yati, di tengah kecacatannya, anaknya itu mampu memperlihatkan kemandirian. Tanpa perlu bantuan orang lain, termasuk kedua orangtuanya, Jae sanggup menjalankan aktivitas kesehariannya seorang diri.

“Jae sudah bisa menulis dan menggambar meski dengan kdua kakinya. Minum dan mandinya pun dilakukan sendiri. Saya bangga dengan anak saya,” tuturnya haru.

Selain kemandirian, anaknya itu tetap memperlihatkan semangat belajarnya. Bahkan sepanjang hari ia bisa menghabiskan waktu dengan menggambar dan menulis. Kendati tulisannya belum sempurna, namun diakui Yati, semangatnya untuk bisa begitu tinggi.

“Sekarang saya sedang mengajarinya membaca. Biarlah sekolah menolak, saya sendiri yang akan mendidiknya supaya pintar se-pintar anak-anak sekolah, bahkan lebih,” tandasnya.

Sementara Jae sendiri, di tengah keterbatasan fisiknya masih tampak memancarkan semangat hidup. Bahkan, ia kerap tersenyum dan tertawa saat berulang kali coba ditanya mengenai cita-citanya.

“Jae ingin jadi pemain sepakbola, seperti kang Atep (Persib, red),” katanya polos. Namun, Jae yang sedang bermain bola itu mengaku tetap ingin bisa sekolah di sekolah seperti halnya teman-teman sebayanya. “Jae pakai seragam dan gendong tas ke sekolah seperti teman-teman,” ucapnya.

 

@Sukaluyu’2012

~ by secangkirkopipagi on February 1, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: