Beras Pandan Wangi, Si Pulen dari Cianjur

“Kalau saya mendengar nama Cianjur pasti langsung teringat akan Beras Pandanwangi yang sangat terkenal bahkan sampai keluar negeri,”

ITULAH kalimat yang terlontar dari Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan saat mengunjungi Sistem Resi Gudang (SRG) di Kec. Warungkondang, Kab. Cianjur, Jumat kemarin. Ucapan pak menteri itu agaknya tidak berlebihan mengingat Kab. Cianjur selalu diidentikan dengan beras yang terkenal dengan aroma daun pandannya itu.
Padahal secara varietas, Beras Pandanwangi tidak jauh berbeda dengan varietas beras lainnya yang diproduksi daerah lain. Hanya saja, beras yang sejak tahun 1973 dikenal dengan sebutan Pandanwangi itu memiliki karakteristik dari aroma wangi pandan.
Selain aromanya, beras yang berasal dari jenis padi varietas Javanica, atau dikenal dengan sebutan padi bulu varietas lokal Cianjur ini pun banyak digemari karena teksturnya yang pulen saat sudah menjadi nasi.
Oleh petani Cianjur, varietas padi lokal ini telah dibudidayakan sejak tahun 1960-an untuk kemudian mulai dipasarkan pada skala kecil pada tahun 1970-an oleh seorang pedagang beras dari Kp. Bunikasih Kecamatan Warungkondang, Cianjur.
Karena aromanya yang wangi pandan, maka pada saat itulah dinamakan Beras Pandanwangi. Sedangkan merk dagangnya sendiri mulai dikenal pasaran sejak tahun 1980-an. Beras ini digemari oleh konsumen karena nasinya yang harum, enak dan pulen. Penggemarnya sendiri adalah kelas menengah ke atas.
Beras Pandanwangi merupakan satu-satunya beras terbaik yang tidak ditemukan di daerah lain dan menjadi trademark Kab. Cianjur dari masa ke masa. Dengan kualitas terbaiknya, Beras Pandanwangi pun kini bukan saja terkenal ditingkat lokal dan nasional, namun telah dikenal sampai ke mancanegara.
Terkenal di pasaran, hadir dalam penampilan menarik, dan beraroma harum daun pandan saat ditanak menjadikan harga beras ini di pasaran menjadi dua kali lipat dari harga beras umumnya. Di pasaran, beras ini dijual dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari 5 kg s/d 25 kg, namanya disesuaikan berdasarkan tingkatan kualitas, seperti Beras Super, Beras Kepala I, Beras Kepala II. Masing-masing di jual antara Rp 9.000 s/d Rp 16.000/kg.
Kemampuan menghasilkan beras bermutu tinggi ini memang sangat wajar mengingat tekstur tanah serta iklim tropis dengan curah hujan per tahun rata-rata 1000-4000 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 150 per tahun menjadikan kondisi alam Cianjur subur dan mengandung aneka ragam kekayaan sumber daya alam yang potensial untuk menghasilkan komoditas unggulan, termasuk komoditas padi jenis ini.
Kondisi alam itulah yang menjadikan beras tumbuh dengan baik di area persawahan, terutama di daerah yang memiliki ketinggian kurang lebih 700 m DPL (di Atas Permukaan Laut). Di Cianjur sendiri, area persawahan yang menghasilkan Beras Pandanwangi hanya di sekitar Kec. Warungkondang, Kec. Cugenang, Kec. Cibeber, Kec. Cilaku, Kec, Campaka dan sebagian daerah di wilayah Kec. Cianjur.
Hingga saat ini, area pesawahan yang menanam beras pulen ini luasnya sekitar 10, 392 Ha atau 10,30 persen dari luas lahan pesawahan di Kab. Cianjur. Dari luas area tersebut bisa menghasilkan produksi rata-rata 6,3 ton/hektar atau 65,89 ton/tahun. Uniknya apabila ditanah di luar daerah tersebut rasanya akan berbeda dan aromanya pandannya tidak akan tercium.
Dari segi ciri, beras ini memiliki karakteristik bulat/gemuk berperut, berbulu, dan tahan dari kerontokan. Umur tanaman padi ini berkisar antara 150-160 Hari dengan tinggi tanaman untuk gabah (endosperm) sekitar 150 170 cm, dan berat 1000 butir gabah 30 gram dengan kadar amolise 26%.
Melihat adanya potensi yang sangat besar dari beras ini, maka Pemkab Cianjur terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk mempromosikan dan memasarkan komoditi penyumbang 42,80 % Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap kas daerah ini. Hasilnya, Beras Pandanwangi ini pun sudah mendapatkan lisensi dan hak paten dari dinas terkait sebagai merk dagang.
Atas konsistensi dan komitmen kuat dalam mengembangkan sektor pertanian tersebut, menjadikan Kab. Cianjur pernah memeroleh penghargaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu daerah pemberdaya pertanian terbaik tingkat nasional.
Mendapat penghargaan seperti itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh masyarakat Cianjur, terutama para petani penghasil beras ini. Namun hal ini juga tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh masyarakat Cianjur, termasuk pemerintah di dalamnya.
Pemerintah sebagai pihak yang memegang lisensi harus terus berupaya mempertahankan eksistensi dan kualitas beras ini, di antaranya secara berkesinambungan melakukan berbagai promosi-promosi pasar, dan mengembangkan iklim agribisnis, serta yang terpenting adalah konsisten dalam memfasilitasi para petani untuk mendapatkan mitra kerja agar bisa lebih mengembangkan produksinya.
Namun, pemerintah saja tidaklah cukup dalam mempertahankan produk unggulan ini, perlu keterlibatan para stakeholder dan pengusaha yang bergerak di bidang pertanian untuk tetap berjalan pada mekanisme pasar dalam memasarkan produk ini, lembaga-lembaga pendidikan spesialisasi kajian pertanian harus terus melakukan berbagai riset-riset di lapangan, dan para petani itu sendiri harus bersemangat menanam serta memiliki keinginan kuat untuk maju dan berkembang, sehingga akan menjadi tuan di tanahnya sendiri..
Jika semua pihak bersinergi dan menjalin komunikasi tentu selain mampu mempertahankan kualitas beras ini, juga tidak menutup kemungkinan akan mampu menemukan jenis varietas baru yang lebih baik lagi sehingga Brand Cianjur sebagai daerah produsen beras terbaik nasional akan mampu dipertahankan.
Mempertahankan dan memberdayakan Beras Pandanwangi di mulai dari sekarang tentu akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat Cianjur kelak. Karenanya, menjadi produsen beras, apalagi Beras Pandanwangi akan memberikan jaminan hidup yang lebih baik. Karena beras, sebagai makanan pokok bangsa Indonesia dan sebagian bangsa lain di dunia akan selalu dicari dan dibutuhkan keberadaanya selama manusia itu hidup.

@Firman Taqur – Warungkondang/8/7/12

~ by secangkirkopipagi on July 11, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: