Kitab Kehidupan

SEPARwriting-with-penaUH hidup telah berlalu, menggurat hikayat merenda cerita penuh makna. Menekuri segala apa yang telah terjadi, kebaikan, kebusukan, keteladanan dan ketololan adalah isi dari kitab yang ku punyai ini.

Aku mengisi kitab ini dengan cita-cita teramat luhur, dengan hasrat, dengan ambisi dan keyakinan, dengan janji yang maha suci. Aku coreti tinta perbuatan, tinta berwarna biru, berwarna hitam dan merah, laksana pelangi yang berwarna warni, sesuka hati karena ini kitab ku sendiri.

 

Dulu, aku turun ke bumi lewat derita bunda, membawa tangisan sambil memegang kitab kehidupan, kitab kosong tak bertinta tanpa noda, kitab putih nan suci. Lantas ibulah yang mengisinya, karena saat itu aku belum bisa menulis apalagi merangkai cerita dan kisah dalam lembar per lembar kitab ini.

 

Ibu lah yang membuka kali pertama, mengajarkanku satu garis lurus; garis kebenaran. Mengajariku garis lengkungan; garis perjuangan. Mengajariku bagaimana membuat garis lingkaran; rotasi kehidupan. Dan mengajariku menggambar garis terputus-putus; garis cita-cita, ambisi dan angkara.

 

Sayang, ibu sudah di panggil Tuhan, jadilah aku sendiri yang harus mengisi kitab ini. Kata ibu, kitab ini harus terisi selama aku hidup. Saat waktunya tiba, aku pun mulai memberanikan diri menggambar sendiri, menggambar lembar baru sementara lembar per lembar lainnya sudah terisi buah karya indah ibu.

 

Awalnya tentu ragu bahkan takut, namun aku harus mengisi kitab ini. Akhirnya aku pun sudah mulai bisa menggambar sendiri, kendati gambarku, coretanku, goresan tintaku tak seindah buatan ibu. Coretanku tak berbentuk, tak bisa membuat garis lurus, lingkaranku tak pernah simentris, lengkunganku tak pernah ajeg.

 

Separuh hidup telah ku jalani, masih ada tersisa lembaran kosong di kitab ini. Suatu saat nanti, sebelum aku menutup kitab kehidupanku ini, aku ingin menggambar satu titik yang dilanjutkan dengan satu garis lurus, sangat lurus, sebagaimana yang pernah ibu ajarkan dulu.

 

Selamat ulang tahun diri ini

 

Pabuci, 26/4/14

~ by secangkirkopipagi on January 16, 2013.

2 Responses to “Kitab Kehidupan”

  1. yaampun keren banget pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: